Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 20:38 WIB | Rabu, 23 Januari 2019

Indonesia Ekspor 93 Ton Manggis Pandeglang ke Tiongkok

Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Bali, memeriksa buah manggis sebelum dikemas di Benoa, Bali, Kamis (5/4/2018). Asosiasi Petani Manggis Bali untuk pertama kali mengekspor buah manggis ke China pascaditutup pada sejak 2012 dengan target 40.000 ton hingga akhir 2018. (ANTARA/Wira Suryantala)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melepas ekspor sebanyak 93 ton manggis dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ke Tiongkok sebagai upaya menggenjot ekspor komoditas hortikultura.

"Buah manggis dari Pandeglang dieskpor 93 ton ke Tiongkok dan 714 ton lainnya dijual antarwilayah ke Jakarta, Surabaya, Makasar dan lainnya. Ini menunjukkan kualitas manggis Pandeglang sudah masuk pasar ekspor," kata Dirjen Hortikultura Suwandi di Kabupaten Pandeglang melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/1).

Suwandi mengatakan secara nasional, pangsa ekspor manggis Indonesia sebesar 23 persen atau 160 ribu ton setahun.

Ia mengatakan Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia sebagai negara produsen manggis terbesar, setelah India, Tiongkok, Kenya, dan Thailand. 

Adapun sentra manggis terbesar berada di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Barat, sedangkan Banten berada pada posisi 10 besar produsen manggis.

Pada 2018, Indonesia sudah mengekspor manggis sebanyak 35.000 ton dengan tujuan antara lain ke Tiongkok, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong dan Perancis.

Ekspor manggis pada 2018 itu naik hampir 300 persen dibandingkan 2017 yang hanya sebesar 9.000 ton.

Suwandi memaparkan pemupukan dan perawatan tanaman merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas manggis.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman pun penting agar manggis yang diproduksi lebih bermutu.

Tahap selanjutnya untuk bisa masuk ekspor, ada proses registasi kebun dan sertifikasi packaging house

Kementan pun memberikan pelayanan cepat dalam perkarantinaan, bahkan menjemput bola dengan melakukan inline inspection.

Pengurusan izin dokumen ekspor juga tidak memakan waktu berhari-hari, melainkan hanya tiga jam.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan Pandeglang memiliki potensi sumber daya pertanian yang sangat menjanjikan, yakni tidak hanya dapat menjadi lumbung padi dan kedelai, tetapi harapan besar terlihat dari bidang hortikultura. 

Manggis yang diekspor sebanyak 93 ton dihasilkan oleh petani di Kecamatan Bojong yakni dari Desa Mekarsari Kelompok Tani Mekar Rahayu sebanyak 27 ton dan Desa Bojong Kelompok Tani Barokah 65 ton. 

Selain untuk ekspor, kelompok tani (poktan) dari beberapa kecamatan penghasil manggis lainnya juga memasok untuk pasar regional sebanyak 714 ton yang akan dikirim ke Jakarta, Bogor dan Tangerang. 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menambahkan terdapat lima kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang menjadi sentra produksi manggis yakni Bojong, Saketi, Menes, Cikedal dan Carita.

Populasi pohon manggis di Kabupaten Pandeglang mencapai 78.511 pohon dengan produktivitas sebesar 896 kuintal.

"Harga manggis di tingkat petani saat ini mencapai Rp8.000 sampai Rp 12.000 per kilogram," tambahnya. (ANTARA News)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home