Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 06:47 WIB | Jumat, 27 Maret 2015

Irak dan Iran Menentang Serangan Arab Saudi di Yaman

Seorang pria bersenjata berjalan di reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara di dekat Sanaa, Yaman 26 Maret 2015. Arab Saudi dan sekutunya di wilayah Teluk melancarkan operasi militer termasuk serangan udara di Yaman untuk melawan pasukan sekutu Iran yang mengepung kota Aden lokasi presiden Yaman yang didukung AS mengungsi. (Foto: reuters.com)

SHARM EL-SHEIKH, SATUHARAPAN.COM - Menteri luar negeri Irak menentang serangan udara Arab Saudi terhadap pemberontak Houthi di Yaman. Dia mengatakan intervensi militer bukanlah sebuah solusi.

Ibrahim al-Jaafari, yang pemerintahannya didominasi pejabat Syiah sedang memerangi militan Suni di Irak dengan didukung negara-negara Barat dan Iran, mengatakan dia mendukung pendekatan “damai” di Yaman.

“Kami menolak serangan udara itu, dan kami menentang intervensi asing,” ujarnya kepada AFP menjelang pertemuan para menteri luar negeri Arab di kota Sharm el-Sheikh Mesir.

“Saya tidak menganggap solusi militer bisa menjadi awal dari sebuah resolusi. Kami mendukung solusi damai,” katanya pada Kamis (26/3).

Para menteri bertemu untuk menyiapkan sebuah konferensi tingkat tinggi negara-negara Arab di Sharm el-Sheikh pada akhir pekan ini saat negara-negara anggota akan membahas usulan untuk pasukan militer gabungan. 

Iran

Senada dengan Irak, Iran mengeluarkan kecaman pada Arab Saudi atas aksi serangan udara di Yaman. Iran beralasan tindakan itu merupakan “langkah berbahaya” yang melanggar “hukum internasional dan kedaulatan nasional.”

Juru bicara kementerian luar negeri Marzieh Afkham mengatakan tindakan militer tersebut akan “semakin memperumit situasi, menyebarkan krisis dan menghilangkan peluang bagi resolusi damai atas konflik internal Yaman.”

“Agresi ini tidak akan menghasilkan apa pun kecuali menyebarluaskan terorisme dan ekstremisme, serta meningkatkan ketidakamanan di seluruh kawasan,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Kamis (26/3), sekaligus menyerukan penghentian segera serangan udara tersebut.

Komentarnya juga didukung Alaedin Boroujerdi, ketua komite keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen, yang menuduh Arab Saudi tidak bertanggung jawab.

“Fakta bahwa Arab Saudi mengobarkan api perang baru di kawasan tersebut menunjukkan kecerobohannya,” katanya dalam komentar yang disampaikan kantor berita Fars.

“Dampak perang ini akan menimpa Arab Saudi karena perang tidak pernah terbatas hanya pada satu tempat. Kami berharap operasi militer ini akan segera dihentikan dan masalah Yaman dapat diselesaikan melalui jalur politik.” (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home