Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:40 WIB | Selasa, 30 Juni 2020

Iran Minta Interpol Menangkap Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Irian minta Interpol menangkapnya. (Foto: dok. AP)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM- Iran telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dan meminta Interpol membantu menahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan 30 orang lainnya yang diyakini melakukan serangan pesawat tak berawak yang menewaskan seorang jenderal Iran di Baghdad, Irak, kata seorang jaksa penuntut setempat hari Senin (29/6).

Sementara itu, Trump tidak menghadapi bahaya penangkapan, tuduhan itu menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS sejak Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir Teheran dengan kekuatan dunia.

Jaksa Teheran, Ali Alqasimehr, mengatakan Trump dan lebih dari 30 lainnya dituduh Iran terlibat dalam serangan pada 3 Januari yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad. Mereka menghadapi “tuduhan pembunuhan dan terorisme,” tulis kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Alqasimehr tidak mengidentifikasi orang lain yang diburu, selain Trump, tetapi menekankan bahwa Iran akan terus mengupayakan penuntutan, bahkan setelah kepresidenannya berakhir.

Interpol, yang berbasis di Lyon, Prancis, tidak segera menanggapi permintaan komentar permintaan itu, menurut AP.

Alqasimehr juga mengatakan bahwa Iran meminta "red notice" untuk Trump dan yang lainnya, yang merupakan permintaan penangkapan tingkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Interpol. Pemerintah setempat bisa menangkap mereka atas nama negara yang memintanya. Pemberitahuan tidak dapat memaksa negara untuk menangkap atau mengekstradisi tersangka, tetapi dapat menempatkan pemimpin pemerintah setempat untuk membatasi perjalanan tersangka.

Setelah menerima permintaan, Interpol bertemu dengan komite dan membahas apakah akan membagikan informasi atau tidak dengan negara-negara anggotanya. Interpol tidak memiliki persyaratan untuk membuat pemberitahuan apa pun menjadi publik, meskipun beberapa dipublikasikan di situs webnya.

Tidak mungkin Interpol akan mengabulkan permintaan Iran sebagai pedoman untuk pemberitahuan melarangnya melakukan “intervensi atau kegiatan apa pun yang bersifat politis”.

AS membunuh Soleimani, yang mengendalikan ekspedisi pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam dalam serangan bulan Januari di dekat Bandara Internasional Baghdad. Itu terjadi setelah berbulan-bulan insiden yang meningkatkan ketegangan antara kedua negara dan akhirnya Iran membalas dengan serangan rudal balistik yang menargetkan pasukan Amerika di Irak.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
7 Dasawarsa BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home