Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 18:03 WIB | Jumat, 22 Mei 2020

Iran Sebut Israel sebagai "Tumor" Yang Harus Diperangi

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM-Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meminta warga Palestina untuk melanjutkan pemberontakan mereka terhadap Israel, menyebutkan pemerintah Israel sebagai "tumor" yang harus diperangi sampai warga Palestina dibebaskan.

Penentangan terhadap Israel adalah batu ujian bagi Iran yang dipimpin Syiah, yang mendukung kelompok-kelompok militan Islam Palestina dan Lebanon yang menentang perdamaian dengan negara Yahudi itu, yang Teheran menolak untuk mengakuinya.

"Pemberontakan oleh Palestina harus terus... berjuang untuk membebaskan Palestina adalah kewajiban dan jihad Islam... Rezim Zionis (Israel) adalah tumor kanker di wilayah tersebut," kata otoritas tertinggi Iran dalam pidato hari Jumat (22/5) dikutip Reuters.

"Hari ini, dunia menghitung satu per satu setiap korban virus corona di seluruh dunia, tetapi tidak ada yang bertanya siapa yang bertanggung jawab atas ratusan ribu kesyahidan, pemenjaraan dan penghilangan di Palestina dan di negara-negara di mana Amerika Serikat dan Eropa telah melakukan perang?" kata dia. "Virus Zionis yang tahan lama akan dihilangkan."

Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya telah berulang kali menyerukan selama bertahun-tahun untuk mengakhiri negara Yahudi, termasuk melalui referendum di wilayah tersebut, tempat mayoritas warga Palestina berada.

Peringatan Hari Quds

Khamenei mengulangi seruan itu dalam pidatonya di Hari Quds, menggunakan nama Arab untuk Yerusalem, yang diadakan pada hari Jumat terakhir pada bulan puasa Ramadhan. Acara tahunan ini diresmikan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, mendiang pendiri Revolusi Islam Iran tahun1979.

Namun demikian, penguasa ulama Iran itu harus membatalkan aksi unjuk rasa nasional tahunan yang menandai Hari Quds, karena wabah virus corona. Iran adalah salah satu negara yang paling terpengaruh pandemi di wilayah ini dengan 7.249 kasus kematian dan total 129.341 orang infeksi. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home