Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 15:27 WIB | Selasa, 06 Maret 2018

Israel-AS Miliki Tantangan Bersama untuk Hentikan Iran

Presiden AS Donald Trump dan Melania Trump menerima PM Israel Benjamin Netanyahu dan Sara Netanyahu di Gedung Putih, Washington, DC hari Senin (5/3). (Foto: VOA)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM  - "Iran harus dihentikan; Itu adalah tantangan bersama kita," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kepada Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih hari Senin (5/3).

Kedua pemimpin duduk berdampingan di Oval Office, membahas bagaimana mencegah kegiatan militer Iran di Timur Tengah dan membatalkan kesepakatan internasional 2015 yang dirancang untuk mengekang pengembangan senjata nuklir Teheran. Baik Trump maupun Netanyahu menganggapnya tidak memadai.

Trump tidak berhasil memenangkan dukungan dari para penandatangan pakta lainnya, Inggris, Prancis, Jerman, Uni Eropa, Tiongkok, dan Rusia, untuk merundingkan ulang kesepakatan itu.

"Iran belum melepaskan ambisi nuklirnya," kata Netanyahu, menambahkan bahwa Iran "setelah tercapai kesepakatan nuklir ini, lebih nekad.. Iran melakukan agresi di mana-mana, termasuk di perbatasan kami sendiri."

Meningkatnya kehadiran pasukan Iran di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad, menjadi perhatian khusus pemimpin Israel itu, yang menuduh Iran mencari sebuah pangkalan tetap di Suriah.

Trump, dalam sambutannya tidak menyebut Iran namun mengatakan, Amerika dan Israel "sangat dekat bekerja sama di bidang militer dan terorisme dan semua hal yang harus kita kerjakan bersama. Hubungannya tidak pernah sebaik sekarang. "

Trump mengatakan, ia mungkin ke Yerusalem untuk membuka kedutaan AS di sana, menjelang peringatan ke-70 deklarasi kemerdekaan Negara Israel, tanggal 14 Mei 1948. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home