Google+
Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Reporter Satuharapan 15:54 WIB | Jumat, 17 November 2017

Italia Pecat Ventura karena Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018

Pelatih Tim Sepak Bola Nasional Italia, Gian Piero Ventura, saat pertandingan Italia melawan Swedia. Italia tidak akan bertanding di Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1958, setelah kalah dari Swedia. Federasi Sepak Bola Italia dikabarkan memecat Ventura. (Foto: voaindonesia.com)

ROMA, SATUHARAPAN.COM - Bila Peru dan Australia sedang bersuka ria, Italia harus menelan pil pahit. Untuk pertama kali dalam 60 tahun, tim Azzurri ini gagal berlaga di putaran Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah kalah babak playoff melawan Swedia.

Buntut dari kekalahan ini, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memecat pelatih tim nasional, Gian Piero Ventura pada hari Rabu (15/11).

FIGC dalam pernyataan awalnya menyebutkan Ventura “tidak lagi melatih” tim yang sudah empat kali menjadi juara Piala Dunia itu. Federasi tidak menyebutkan apakah Ventura dipecat atau mengundurkan diri.

Namun sumber di FIGC mengatakan kepada Reuters bahwa pelatih berusia 69 tahun itu telah dipecat.

Di luar kebiasaan, FIGC juga tidak mengucapkan terima kasih kepada Ventura atas jasanya, maupun mendoakan kesuksesan dia di masa depan.

Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa dia sudah berbicara dengan Ventura dan memberitahunya bahwa “kami sudah tidak lagi membutuhkan jasa dia. Jadi, sejak hari ini, Italia tidak punya pelatih.”

Tavecchio malah menambahkan bahwa dia akan mengadakan pertemuan pada hari Senin (20/11) untuk mendiskusikan masa depan sepak bola Italia.

“Kami telah melihat beberapa pelatih penting yang bisa menjadi manajer yang baru,” kata dia.

Ventura menggantikan Antonio Conte menyusul Piala Eropa 2016 dan awalnya diberi kontrak dua tahun. Pada Agustus, kontrak Ventura diperpanjang hingga turnamen Piala Eropa 2020 karena FIGC senang dengan kemajuan tim nasional Italia.

Ventura tidak pernah memenangkan gelar kejuaraan penting atau melatih klub papan atas seperti AC Milan, Inter Milan atau Juventus. Dia lebih banyak melatih klub-klub divisi yang lebih rendah, namun dikenal sebagai pelatih bertangan dingin untuk pemain-pemain muda.

Ini merupakan pertama kalinya sejak 1958, Italia gagal lolos ke Piala Dunia. (VOA)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home