Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:40 WIB | Selasa, 21 Agustus 2018

ITB Kirim Alat Instalasi Pengolahan Air Mobile ke Lombok

Ilustrasi. ITB kirim alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile, untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Foto: ristekdikti.go.id)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM –  Institut Teknologi Bandung mengirimkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile, untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengirriman alat tersebut untuk membantu masyarakat Lombok yang sedang kesulitan air bersih.

Seperti diketahui, minimnya air bersih dan sarana mandi cuci kakus (MCK) menjadi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di Lombok. Mereka yang rumahnya hancur dan tinggal di tenda-tenda darurat harus mencari air ke lokasi yang jauh.

IPA Mobile tersebut mempunyai kemampuan memproduksi air bersih dengan kapasitas 5 liter per detik atau 18.000 liter per jam. Dengan adanya alat tersebut bisa memenuhi kebutuhan air minum, MCK untuk 500 keluarga atau setara dengan 2.000 orang dalam keadaan normal. Jika dalam keadaan darurat atau bencana, bisa untuk memenuhi 4.000 – 5000 orang.

“IPA Mobile 5 liter per detik ini dirancang untuk kebutuhan penduduk yang belum memperoleh layanan PDAM, dengan sumber air baku sungai, danau, situ, atau embung,” kata Dr Ir Bagus Budiwantoro dari Kelompok Keahlian Perancangan Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.

Pengiriman alat tersebut, merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Yayasan Solidarity Forever, dan PT Tekno Mas Tirta selaku pemilik IPA Mobile tersebut. Pengiriman alat tersebut dilakukan pada Jumat (17/8), diangkut memakai truk melalui jalur darat. Tiba di Tanjung Priok, alat diberangkatkan via jalur laut langsung ke Lombok. Rencananya truk akan tiba di Lombok pada Rabu (22/8).

IPA Mobile akan ditempatkan di saluran irigasi hulu sungai di Kabupaten Lombok Utara, karena merupakan lokasi kerusakan terparah akibat gempa. Pihaknya telah berkoordinasi dengan satker bencana Lombok untuk penempatan alat tersebut. Hasil produksi air akan disalurkan melalui 17 mobil tangki ke posko-posko pengungsian.

Alat tersebut mampu mengolah air baku, yakni air tawar, air danau, air sungai dan lain sebagainya. Tetapi karena akan disalurkan melalui mobil tanki atau jerigen atau peralatan lainnya yang tidak dijamin higienis, sebaiknya air baku tetap dimasak dahulu sebelum diminum.

“IPA Mobile, sesuai dengan namanya dapat berpindah-pindah tempat dan dirancang untuk daerah kesulitan air dan darurat. Alat ini dirancang bersama oleh tim dari Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Penerbangan,” kata Dr Bagus.

Rencananya alat tersebut akan tetap berada di Lombok sampai status tanggap darurat dicabut oleh pemerintah. Dia berharap alat tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Lombok untuk kebutuhan air bersih. (ristekdikti.go.id)

 

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home