Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Dewasasri M Wardani 08:42 WIB | Kamis, 29 Maret 2018

Jakarta Kota Termahal Kelima Asia Tenggara

Ilustrasi. Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal kelima di antara kota-kota besar di Asia Tenggara versi riset The Economist Intelligence Unit. (Foto: wartaekonomi.co.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal kelima di antara kota-kota besar di Asia Tenggara, versi riset The Economist Intelligence Unit.

Jakarta, ditempatkan berada di urutan kelima kota termahal Asia Tenggara di bawah Singapura, yang mempertahankan "gelar" sebagai kota termahal di dunia, Bangkok, Phnom Penh, dan Ho Chi Minh City.

Hasil survei lembaga riset yang berada di bawah majalah mingguan The Economist, yang dirilis 15 Maret 2018 itu, memperlihatkan Jakarta memperbaiki peringkat dari sebelumnya kota termahal ketiga di Asia Tenggara pada 2017.

Riset yang dilakukan dengan membandingkan biaya hidup di tiap-tiap kota lokasi survei dengan biaya hidup New York, Amerika Serikat, pada September 2017, sebagai pembanding memperlihatkan Jakarta berhasil menekan biaya hidup menjadi sekira 66 dari sebelumnya 75 pada 10 tahun yang lalu.

Hal itu, membuat Jakarta menjadi satu-satunya di antara lima kota termahal Asia Tenggara yang bisa menekan biaya hidup, sebab Singapura justru naik dari sekira 112 menjadi 116, Bangkok naik (74 ke 79), Phnom Penh (58 ke 68) dan Ho Chin Minh City stabil di angka 68.

Selain Jakarta, Kuala Lumpur juga berhasil menurunkan biaya hidup mereka, dari sebelumnya berada di peringkat keempat termahal di Asia Tenggara menjadi ketujuh termahal, di bawah Bandar Seri Begawan.

Secara global, Jakarta menjadi kota termahal ke-90 di dunia tahun 2018 turun dari sebelum peringkat ke-86.

Singapura, tetap menjadi kota termahal di dunia versi riset The Economist dengan kisaran biaya hidup di sana 16 persen lebih mahal dibandingkan New York.

Berturut-turut setelah Singapura adalah Paris (112), Zurich (112), Hong Kong (111), Oslo (107), Jenewa (106), Seoul (106), Kopenhagen (105), Tel Aviv (103), dan Sidney (102).

Riset tersebut, secara umum membandingkan indikator sejumlah harga kebutuhan sehari-hari berupa sekilo roti, sebotol anggur, satu pak rokok, dan seliter bensin. (Antaranews.com)

Editor : Sotyati

Back to Home