Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 01:00 WIB | Senin, 06 Januari 2020

Jalan Masuk

Pembinaan warga gereja merupakan langkah strategis dan signifikan.
Orang Majus menghadap Herodes (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM - Kisah Para Majusi dari Timur (Mat. 2:1-11) memperlihatkan dengan jelas bahwa orang-orang di Yerusalem ternyata tidak siap menjadi jalan masuk, lantaran, bagi orang-orang Majus untuk bertemu dengan Yesus. Mereka tidak siap menjawab pertanyaan orang-orang Majus itu.

Para imam kepala dan ahli Taurat pun baru membuka kitab mereka setelah adanya pertanyaan mengenai seorang raja yang baru lahir. Dan mereka pun, yang tahu bahwa Mesias akan lahir di Betlehem, tidak turut pergi ke Betlehem. Mungkin mereka takut dengan Herodes. Herodes pun berupaya membunuh Raja yang baru dilahirkan itu. Herodes tidak siap manakala ada orang yang menghormati raja di luar dirinya.

Pertanyaannya: Bersediakah kita menjadi jalan masuk bagi orang yang ingin lebih dalam mengenal Yesus? Paulus bersedia, tentunya bukan tanpa hambatan, menjadi jalan masuk bagi orang bukan Yahudi untuk mengenal Yesus Kristus (Ef. 3:1-6). Dan untuk misi tersebut Paulus siap menanggung derita. Dengan jelas Paulus menyatakan bahwa karena misi itulah dia dipenjarakan.

Namun demikian, Paulus juga menegaskan bahwa misi itu sendiri bukanlah beban, tetapi anugerah baginya. Pertanyaannya sekali lagi, bersediakah kita menjadi jalan masuk, lantaran, orang lain untuk lebih mengenal Allah dalam nama Yesus Kristus?

Ini bukan perkara ringan. Paulus sendiri dipenjarakan karena misinya itu. Dan Paulus yakin kesesakan yang dirasakannya itu merupakan kemuliaan bagi orang-orang yang mendengarkan berita Injil. Itulah yang membuat Paulus bersuka cita.

Kemungkinan besar, ada orang yang akan membenci kita saat kita bersedia menjadi jalan masuk bagi orang-orang yang belum mengenal Yesus. Orang akan menganggap kita melakukan kristenisasi. Yakinlah, jika kita mau menjadi jalan masuk, Allah sendirilah yang akan menolong kita berkomunikasi dengan orang-orang yang ingin mengenal Yesus lebih dekat.

Karena itu, marilah kita bersiap diri menjadi jalan masuk? Caranya: kita harus sungguh-sungguh mengenal Allah terlebih dahulu. Jangan seperti orang-orang Yerusalem yang tidak siap menjawab pertanyaan orang Majus. Enggak lucu bukan, kalau ada orang yang ingin berkenalan dengan Yesus Kristus melalui kita, ternyata kita juga nggak kenal-kenal amat.

Dan pada titik ini pembinaan warga gereja menjadi menjadi langkah strategis dan signifikan.

Editor : Yoel M Indrasmoro

Zuri Hotel
Back to Home