Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Martahan Lumban Gaol 18:23 WIB | Rabu, 25 November 2015

Jalur KA Trans Sulawesi, Penantian Panjang Masyarakat Sulsel

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (kedua dari kiri), saat meninjau Jalur KA Trans Sulawesi di Desa Telumpanua, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, hari Rabu (25/11) siang. (Foto: Biro Pers Istana Presiden)

MAKASSAR, SATUHARAPAN.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, didampingi Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala, dan Staf Khusus Presiden, Sukardi Rinakit, telah tiba di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dan langsung disambut oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, hari Rabu (25/11) siang.

Demikian disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit, dalam keterangan tertulis yang diterima satuharapan.com¸hari Rabu (25/11).

Presiden Jokowi beserta rombongan langsung melanjutkan perjalanan darat sekitar dua jam menuju Kabupaten Barru, tepatnya di Desa Telumpanua, Kecamatan Tanete Riau.

Kehadiran Presiden Jokowi di Provinsi Sulawesi Selatan ini disambut sangat antusias oleh masyarakat. Sepanjang perjalanan dari Kota Makassar menuju Kabupaten Barru, Presiden menyempatkan berhenti di keramaian masyarakat dan berjabat tangan dengan masyarakat

Sesampainya di Desa Telumpanua, Presiden Jokowi meninjau pembangunan rel kereta api. Penjelasan teknis disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko.

"‎Untuk tahun 2015 ini, pembangunan sepanjang 16 km dan saat ini sudah mencapai target penyelesaian 80 persen," ‎ucap Hermanto

‎Sementara itu Gubernur Sulawesi Selatan mengatakan keberadaan kereta api Makasar – Parepare sudah ditunggu oleh masyarakat selama 60 tahun. Feasibility study sudah dilakukan pada tahun 2001, namun konstruksinya terus tertunda, dan baru dimulai tahun 2015 ini.

"K‎eberadaan kereta api ini merupakan munculnya peradaban baru bagi masyarakat Sulsel," ucap Syahrul

Mendengar laporan itu, Presiden memerintahkan Dirjen Perkeretaapian untuk mengawal kelanjutan pembangunan sampai tuntas. P‎ada kesempatan tersebut, Presiden juga memerintahkan kepada Kemenhub untuk mempercepat pembangunan kereta api di Papua.

Antusiasme masyarakat juga luar biasa di lokasi pembangunan rel kereta api yang dikunjungi Presiden. Beberapa anak SD berusaha mendekat ke Presiden sambil bergumam menyanyikan lagu anak-anak kereta api.

"Naik kereta api tut tut tut ... siapa boleh ikut ..." .... Kali ini bukan kereta api Bandung-Surabaya, tapi Makasar-Parepare,” kata Presiden Jokowi.

Biaya Logistik Murah‎

‎Presiden Jokowi mengatakanb akan selalu mendorong pembangunan infrastruktur segera dilakukan. Sebab,bila ada kereta api, transportasi laut ada, maka dipastikan biaya transportasi dan distribusi lebih rendah, biaya logistik pun jauh lebih murah.

‎Saat meninjau, Presiden mengatakan bahwa konstruksi rel KA ‎dari Makassar ke Parepare dan nantinya terhubung ke Manado sudah terlihat. "Memang saat ini baru mencapai 16 km sampai akhir tahun, tapi kita berharap tahun depan ke Parepare sekitar 145 km terealisasi. Tahun depan juga mulai dibangun dari Kota Manado ke sini," ucap Presiden.

‎Presiden berharap pada tahun 2018 rel KA ini tersambung dan beroperasi. Bahkan, jalur KA ini akan tersambung dengan Makassr New Port dan bandara. "Ada integrasi udara, laut dan darat‎," ucap Presiden.

Manfaatkan Sumber Daya Lokal

Selama pembangunan jalur KA ini, Presiden meminta kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian agar menggunakan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitarnya. "Manajemen dan karyawan semua dari masyarakat daerah," ucap Presiden.

Selain tenaga kerja memanfaatkan sumber daya dari masuarakat sekitar, Presiden menjelaskan bahwa semua gerbong dan lokomtif dibuat di INKA, bantalan rel dari PT Wijaya Karya, pengunci rel dari PT PINDAD dan hanya rel yang terbuat dari Jepang. Kereta ini nanti, kata Presiden, dapat melaju hingga 200 km per jam. ‎

pemerintah pusat melalui APBN-Perubahan memberikan anggaran tambahan untuk pembangunan jalur KA ini, selain itu juga ‎‎pembebasan lahan dibantu melalui  APBN. "Tahun 2018 diharapkan beroperasi," ucap Presiden.‎

Selain proyek jalur KA Trans Sulawesi ini, pemerintah juga tengah melakukan studi untuk pembangunan jalur KA di Papua. "S‎emester depan mungkin selesai, sehingga tahun depan sudah mulai‎," ujar Presiden.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home