Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:32 WIB | Rabu, 06 Februari 2019

Jambu Air, Berpotensi Antibakteri

Jambu air. (Syzygium aqueum). (Foto: flickr.com)

SATUHARAPAN.COM – Tercermin dari namanya, buah jambu air yang mengandung banyak air memang nikmat dijadikan pelepas dahaga. Selain dimakan segar, jambu air dijadikan bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat diolah menjadi setup atau dijadikan asinan.

Dikutip dari undip.ac.id, sekitar 90 persen dari 100 gram bagian buah ini dapat dimakan dan berfungsi sebagai penghilang rasa haus. Selain itu jambu air juga mengandung protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, magnesium, potassium, zinc, copper, asam sitrat, fosfor, serat, vitamin C, vitamin A, niacin, riboflavin, thiamin, dan sejumlah zat bermanfaat lainnya. Jambu air merupakan sumber antioksidan alami, karena  banyak mengandung vitamin C, vitamin E, dan betakaroten serta senyawa fenolik.  

Jambu air juga telah didokumentasikan dengan baik sebagai tanaman obat. Berbagai bagian pohon telah digunakan sebagai obat tradisional, misalnya antibiotik.

Tim peneliti Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, meneliti pengaruh ekstrak etanol daun jambu air terhadap bakteri isolat klinis. Tanaman asli Malaysia dan Indonesia ini memiliki senyawa aktif yang bermanfaat sebagai antibakteri.

Melalui penelitian itu para peneliti ingin mengetahui efek ekstrak etanol daun jambu air sebagai antimikroba terhadap bakteri isolat klinis secara in vitro. Hasilnya menunjukkan ekstrak etanol daun jambu air memiliki efek yang signifikan (P <0,05) dalam menghambat pertumbuhan bakteri isolat klinis. Disimpulkan, daun jambu air sangat berpotensi sebagai sumber agen antimikroba.

Pemerian Botani Jambu Air

Dilihat dari karakteristiknya, seperti dikutip dari unpad.ac.id, jambu air tumbuh pada ketinggian 3 sampai 10 meter. Diameter batang sekitar 30-50 cm dengan cabang dan kulit cokelat bersisik.

Daun mengkilap dan arahnya berlawanan berbentuk elips, bulat lonjong. Daun akan mengeluarkan aroma khas jika hancur.

Bunga yang dihasilkan berwarna putih-kehijauan atau putih cream dengan diameter 2,5-3,5 cm, dan memiliki empat kelopak bunga, 3-7 bakal bunga biasanya muncul dari ketiak daun.

Jambu air juga memiliki buah yang berbentuk seperti pir, berwarna putih sampai merah terang. Jambu air memiliki satu sampai dua biji atau bahkan tidak memiliki biji. Daging buahnya berwarna putih, hijau pucat, dan hijau sampai merah muda, merah, saat matang, kering, atau mengandung banyak air, memiliki rasa manis, dan rasa aromatik.  

Spesies ini, berasal dari Asia tropis, di bagian utara Queensland, dan tersebar di India, Asia Tenggara, dan di negara-negara kepulauan di Pasifik.

Jambu air tumbuh liar di Filipina, tepatnya di Provinsi Mindanao, Basilan, Dinagat, dan Samar. Tanaman ini juga tumbuh di Trinidad dan Hawaii.

Syzygium aqueum juga tumbuh di Malaysia dan Indonesia, dan dikenal sebagai jambu air. Jambu air dapat tumbuh di daerah tropis dan beriklim panas, tumbuh dengan baik di daerah basah dan lembab dengan curah hujan tahunan, atau pada dataran rendah tropis lembab tumbuh hingga 1.200 meter di atas permukaan air laut.

Jambu air ini dapat tumbuh di daerah dengan musim kemarau, namun harus dengan adanya pasokan air tambahan dengan cahaya yang cukup.

Jambu air, menurut Wikipedia, memiliki nama ilmiah Syzygium aqueum. Jambu air adalah tumbuhan dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara.

Dikutip dari undip.ac.id, jambu air memiliki banyak spesies yang menghasilkan buah, memiliki penampakan indah dan menghasilkan komoditas industri sehingga banyak disukai orang.

Umumnya terdapat dua spesies jambu air yang dikenal, yaitu jambu air kecil (Syzygium aqueum) dan jambu air besar atau jambu air Semarang (Syzygium samarangense). Pada awal abad ke-20, jambu air telah dibudidayakan di beberapa negara seperti Jamaika dan Suriname. Kini, jambu air banyak ditanam dan dikembangkan di negara-negara seperti India, Thailand, China, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Jambu air, dikutip dari undip.ac.id, memiliki keunggulan, yaitu buahnya yang besar menyerupai lonceng dan bisa mencapai bobot 150 gr per buah, dengan warna kulit buah merah mengkilap. Daging buah tebal, empuk, rasa manis dan tanpa biji, serta memiliki kemampuan 2-3 kali panen per tahun dan jumlah panenan 15 – 25 kg per pohon.

Melihat data tersebut, bertanam jambu air skala kecil pun cukup menjanjikan hasil, tanpa perlu menanam berpuluh-puluh pohon di lahan yang luas. Buah jambu air dapat tumbuh hampir di  semua tempat di Indonesia. Buah jambu air ini mudah menyesuaikan diri dengan segala jenis tanah selama tanah itu subur, gembur, dan berair banyak. Keistimewaan lain dari buah jambu air adalah mudah didapat dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu mahal.

Di Indonesia, jambu air, dikutip dari unpad.ac.id, memiliki banyak nama daerah, seperti jambi iye, jambi pira, jambi raya (Aceh), jambu er, njamu er (Bali), jambu aek, jambu erang (Batak), jambu ayik (Besemah), kepet, lutune waele, o’uno, popte, tepete (Seram, Ambon, Maluku), kubal (Dayak, Kalimantan), omuto, upo (Gorontalo), jambu pingping (Jambi) , jambu air, jambu wer, jambu uwer (Jawa), jambu air, jambu ayor, jambu, kelinga, jambu wai (Lampong), jambhu wir (Madura), jambu jene (Makassar), gora (Manado), jambu aye (Minangkabau), jambu waelo, kuputol, waelo, purori (Papua), kebes, kembes, kouoa, kombas, kumpas, kumpasa, mangkoa (Sulawesi, Maluku).

Dalam bahasa Inggris, tanaman ini disebut bell apple, bell fruit, water apple, water cherry, watery rose apple. Di Brasil, yang menggunakan bahasa Portugis, jambu air dikenal dengan nama jambeiro aguado, jambo, branco, jambo d’agua.

Nama lain jambu air dalam berbagai bahasa adalah shui lian wu (China), cajuilito solimán ( Spanyol), djamboe aer (Belanda), jambosier d’eau, jambolanier d’eau, pomme d’eau, pomme de java (Prancis), wachsjambuse, wasserjambuse (Jerman).

Mengutip dari uinsgd.ac.id, dua kecamatan dikenal sebagai sentra produksi dan pemasaran jambu air King Rose, yaitu Kecamatan Namorambe dan Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Desa Betokan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, merupakan sentra jambu air Merah Delima di Indonesia.

Berbagai varietas jambu air dengan rasa manis berbeda, memiliki keragaman dalam penampilan, dan keragaman ukuran buah. Beberapa jenis jambu air manis di antaranya adalah varietas Lilin, King Rose, Apple Rose, Cincalo, Madura, Citra, Bangkok, Semarang, Merah Delima, dan Kaget.

Varietas jambu air yang tergolong ke dalam jenis jambu air masam adalah jambu kancing yang dikenal ada dua macam, yaitu jambu air Kancing Merah dan Kancing Putih.

Jambu air, dikutip dari Wikipedia, seperti halnya jambu semarang dan jambu bol, biasa disajikan sebagai buah meja. Ketiga jenis jambu ini memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan.

Kayunya yang keras dan berwarna kemerahan, cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah. Hanya biasanya ukurannya terlalu kecil. Baik pula digunakan sebagai kayu bakar.

Di daerah Kuningan, daun jambu air biasa digunakan sebagai pembungkus tape ketan. Tape Kuningan terkenal manis dan banyak berair.

Manfaat Herbal Jambu Air

Kulit jambu air, dikutip dari unpad.ac.id, mengandung minyak atsiri, dan biji jambu air mengandung jamboline dan vitamin C2. Daun jambu air mengandung enam senyawa flavonoid yaitu 4- hidroksibenzaldehid, myrisetin-3-O rhamnoside, europetin-3-O-rhamnoside, floretin, myrigalone-G dan myrigaloneB, yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, antikanker, antidiabetes, dan antihiperglikemik.  

Buah jambu air mengandung senyawa volatil yaitu alfa pinena, alfa tujena, heksenal, limonena, metilbutanol, juga mengandung konsentrasi fenol yang tinggi setara (GAE)/100 g buah segar.  

Jambu air sudah memiliki khasiat empiris, dan dikenal pada pengobatan tradisional. Pada kulit, biji, dan daun jambu air mempunyai aktivitas sebagai anti-diare, asma, menurunkan demam, melancarkan pencernaan, diabetes, kolesterol, kanker payudara.

Daun jambu air mempunyai aktivitas sebagai astringent, untuk perawatan kulit, yaitu sebagai pengencang kulit, pengecil pori-pori, dan pembuat lapisan pelindung. Selain itu, daun jambu air juga memiliki khasiat mengobati demam, batuk, dan menghentikan diare.

Daun yang ditumbuk, digunakan untuk mengobati lidah yang pecah-pecah. Jus daun juga dapat digunakan untuk mandi dan lotion. Sedangkan biji jambu air bermanfaat untuk merawat kesehatan kulit dan daya tahan tubuh, yang jika dikonsumsi dapat menghindari diabetes2. Kulit kayu jambu air biasanya digunakan dalam pembuatan bedak.

Tim peneliti dari Analis Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada, meneliti uji khasiat ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) terhadap bakteri penyebab pneumonia. Daun jambu air mengandung zat aktif flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, dan terpinene.

Melalui penelitian itu mereka ingin mengetahui pengaruh masing-masing ekstrak etanol daun jambu air sebagai antimikroba terhadap bakteri yang menggunakan bakteri in vitro. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol dapat menyebabkan efek yang signifikan dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan pneumonia.

Geethu Krishna dkk, dari College of Pharmacy, Namakkal, Tamil Nadu India, meneliti evaluasi aktivitas anticonvulsant dan anksolitik dari ekstrak metanolik daun jambu air. Jambu air didokumentasikan dengan baik sebagai tanaman obat dan berbagai bagian pohon telah digunakan di Indonesia obat tradisional, misalnya antibiotik. Tanaman ini juga memiliki beberapa aktivitas antikanker, antioksidan dan antihiperglikemik.

Melalui penelitian itu peneliti mengevaluasi ansiolitik dan antikonvulsan aktivitas ekstrak daun metanolik dari jambu air. Ekstrak daun metanol jambu air (125-500 mg/kg) melindungi tikus terhadap kejang yang diinduksi pentylenetetrazole. Hal itu menyebabkan peningkatan dosis yang signifikan dalam latensi kejang. Pengobatan dengan ekstrak daun metanolik dari Syzygium aqueum mengurangi durasi ekstensi tungkai belakang tonik diinduksi oleh kejut listrik.

Tim peneliti dari Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jatinangor Bandung meneliti kandungan senyawa kimia dan bioaktivitas dari jambu air. Tanaman jambu air digunakan sebagai obat alami yang berperan dalam menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat.

Data yang diperoleh dengan pencarian istilah dan strategi pencarian data berupa data yang berisi tentang penjelasan senyawa kimia dan aktivitas farmakologi Syzygium aqueum, baik secara ilmiah (in vitro dan in vivo) maupun secara empiris. Senyawa kimia yang paling banyak ditemukan pada daun jambu air yaitu flavonoid, fenolik, dan tannin sebagai antimikroba dan senyawa hexahydroxyflavone, myricetin ,vitamin C, hidroksibenzaldehid, myricetin-3- O-ramnosid, europetin-3-O-ramnosid, floretin, myrigalon-G dan myrigalon-B yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, antikanker, antidiabetes dan antihiperglikemik.

Para peneiti berharap ada penelitian lebih lanjut untuk mengembangkannya menjadi fitofarmaka.

Editor : Sotyati

Back to Home