Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Tornado Gregorius Silitonga 07:43 WIB | Rabu, 17 Mei 2017

Jangan Ada Orang yang Memegahkan Diri

”S’gala pujian bagi Tuhan, hanya Tuhan yang patut disembah. Tak seorang pun layak megahkan diri. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.”
Arthur van Delden dan bukunya (foto: Febriana Dyah Hardiyanti)

SATUHARAPAN.COM – Satu lagi buku diterbitkan Literatur Perkantas—Jangan Ada Orang yang Memegahkan Diri: Penjelasan Ringkas Pasal-pasal Ajaran Dordrecht karya Arthur van Delden. Buku ini menambah koleksi buku tebal yang telah diterbitkan Literatur Perkantas sebelumnya: Berteologi Abad XXI.

Buku ini sengaja dipersiapkan dalam menyambut 500 tahun reformasi. Reformasi yang dengan segenap hati melawan surat indulgensia (penghapusan siksa), yang senyatanya merupakan penghinaan terhadap anugerah Allah. Reformasi yang juga bersuara lantang menyerukan kebenaran iman (sola fide) yang merupakan tanggapan dari anugerah Allah (sola gratia).

Pasal-pasal Ajaran Dordrecht merupakan dokumen pengajaran reformatoris yang telah teruji waktu. Meski telah melewati usia 400 tahun pasal-pasal ajaran ini tetap mampu menginspirasi banyak orang, juga umat Kristen masa kini.

Penulis—dalam peluncuran buku ini pada Rabu Kelam, 9 Mei 2017—menggambarkan kebesaran anugerah Allah dengan alegori seorang anak yang mabuk dan terkurung, hampir mati, di dalam rumah yang terbakar. Teriakan Sang Bapak tak mampu menyelamatkan. Hanya pengorbanan Sang Bapak, yang rela menembus kobaran api dengan mempertaruhkan nyawanya, yang sanggup menyelamatkan anak tersebut.

Inilah kebenaran itu: karya keselamatan Yesus Kristus dan iman kepada Dia merupakan pemberian Allah yang cuma-cuma—”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Ef. 2:8). Kebenaran itu pulalah yang membuat manusia hanya bisa mengaku—sebagaimana pujian yang dengan tepat menggambarkan nuansa buku ini—”S’gala pujian bagi Tuhan, hanya Tuhan yang patut disembah. Tak seorang pun layak megahkan diri. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.”

Pujian itu jugalah yang terus kami kumandangkan sepanjang peluncuran buku. Pujian yang memahamkan saya bahwa anugerah Allah membuktikan bahwa kita yang dipilih-Nya memang tidak lebih baik atau lebih layak daripada orang lain. Semuanya adalah anugerah Allah belaka! Dan karena itu, bersyukurlah!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home