Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 12:01 WIB | Minggu, 15 Desember 2019

Jemaat Bala Keselamatan Kuwali Kesulitan Rayakan Natal Karena Banjir

Ilustrasi. Personel gabungan Polrestabes Medan dan Kodim 0201/BS melakukan peninjauan terhadap beberapa gereja yang ada di Kota Medan, Rabu (11/12). (Foto: Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus)

SIGI, SATUHARAPAN.COM - Jemaat Gereja Bala Keselamatan (BK) Korps 1 Kulawi di Desa Bolapapu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengalami kesulitan untuk merayakan dan melaksanakan ibadah Natal karena terdampak banjir bandang disertai lumpur, kayu dan batu pada Kamis (12/12).

"Memang menjelang Natal ini, kita juga agak sedikit mengalami kesulitan pascabencana gempa 28 September 2018, kemudian ini banjir 12 Desember 2019," ucap Opsir Korps 1 Kulawi, Mayor Merling Sandjo di Bolapapu, Minggu (15/12).

Opsir Mayor Merling mengaku banyak acara atau ibadah Natal tidak dapat dilaksanakan, karena situasi dan kondisi pascabencana yang sangat tidak mendukung.

"Berbagai acara Natal tidak bisa dilaksanakan, mengingat situasi dan keadaan yang dalam suasana duka karena bencana," ujar dia.

Namun, ia meyakinkan bahwa pihaknya berupaya agar Natal tetap bisa terlaksana, walaupun situasi dan kondisinya berbeda.

Ia menguraikan, jemaatnya yang terdampak bencana banjir bandang pada Kamis (12/12) kurang lebih berjumlah 100 kepala keluarga (KK).

Saat ini jemaat Gereja Bala Keselamatan Korps 1 Kulawi mengungsi di huntara yang sebelumnya di bangun untuk korban gempa, sebagian di rumah-rumah keluarga mereka yang tidak terdampak banjir bandang.

"Jemaat mengungsi di daerah yang aman, mereka jauh dari sungai. Kami mengantarkan mereka makanan setiap pagi dan siang, malam," kata Opsir Mayor Merling.

Dirinya berharap kepada pemerintah agar melakukan normalisasi sungai, sebagai bentuk upaya minimalisir dampak bencana banjir bandang.

"Sebagai opsir, kami ingin sungai ditata, diperbaiki. Sebab kami khawatir, karena itu perlu ada alat berat menormalisasi sungai, agar kami bisa tenang," sebutnya.

Saat ini, kegiatan ibadah tidak berlangsung di gereja permanen, melainkan berlangsung di gereja sementara. Karena gereja permenan tidak dapat difungsikan. (Ant)

 

Zuri Hotel
Back to Home