Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 17:06 WIB | Jumat, 02 November 2018

Jerman-RI Jajaki Kerja Sama Pendidikan Vokasi

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman Peter Altmaier, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/11) siang. (Foto: Rahmat/Humas/Setkab)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menerima Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman Peter Altmaier, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/11) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Altmaier mengakui Jerman sangat kuat di industrial internet atau B to B, korporat ke korporat, tapi masih lemah yang namanya B to C, Business to Consumer. Sementara Indonesia kuat  di B to C seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka.

“Jadi itu contoh di mana kekuatan kita masing-masing saling mengisi, saling melengkapi,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman Peter Altmaier.

Thomas Lembong mengingatkan, pada kunjungan kenegaraannya ke Jerman 3 tahun lalu, Presiden Jokowi sudah mengumumkan fokus utama dengan Jerman adalah pendidikan vokasi, yaitu pelatihan vokasi, keterampilan-keterampilan praktis buat pekerja-pekerja kita supaya bisa menguasai teknik mesin, permesinan, seperti mesin-mesin industri, mesin-mesin otomotif.

“Minister Altmaier menyampaikan mungkin yang paling utama dari semua teknologi industri 4.0 itu artificial intelligence, kecerdasan mesin. Dia bilang ini menurut hemat beliau itu kreasi paling dahsyat sejak mesin uap 200 tahun yang lalu,” ungkap Thom.

Dalam kesempatan itu, menurut Kepala BKPM, Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah Jerman pada konferensi APK.

“Itu konferensi industri Jerman se-Asia Pasifik yang sedang digelar di Jakarta mulai dari malam sampai besok dan Sabtu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa CEO perusahaan besar seperti CEO-nya Siemens hadir, CEO  perusahaan komponen otomotif terbesar di dunia, dan beberapa CEO dan Eksekutif Senior dari perusahaan Jerman lainnya semua hadir.

“Jadi ini Konferensi Industri Jerman terbesar di Asia hanya satu kali setiap 2 tahun, dan kita beruntung sekali telah menjadi tuan rumah untuk tahun ini,” kata Thom.(Setkab)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home