Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 15:29 WIB | Rabu, 04 April 2018

Jim Caviezel Awali Pembuatan Film “Paul, Apostle of Christ” dengan Doa

Jim Caviezel (kiri), pemeran Yesus dalam Passion of Christ, kali ini berperan sebagai Lukas dalam film Paul, Apostle of Christ, bersama James Faulkner yang berperan sebagai Paulus. (Foto: twelvethirty.media)

 

NASHVILLE, SATUHARAPAN.COM – Nama Jim Caviezel sangat dikenal melalui perannya sebagai Yesus Kristus dalam film Passion of Christ. Kini, aktor Hollywood itu kembali tampil dalam film epik berdasar Alkitab, Paul, Apostle of Christ, yang mulai ditayangkan di bioskop penggal akhir Maret 2018.

Dalam wawancara dengan Jeannie Law dari Christian Post pada 22 Maret lalu, Jim Caviezel berbagi kisah ia memerlukan waktu berdoa sebelum pembuatan film dan secara khusus mendoakan James Faulkner, yang memerankan sosok Rasul Paulus.

Paul, Apostle of Christ, mengangkat kisah tentang Saul dari Tarsus, yang dikenal karena menganiaya dan membunuhi orang Kristen, tetapi kemudian menjadi salah satu tokoh paling penting dalam sejarah perkembangan gereja setelah ia bertemu Yesus di jalan menuju Damaskus.

Dalam film itu, selain James Faulkner, yang sebelumnya dikenal melalui perannya dalam film Game of Thrones, sebagai Paulus, dan Jim Caviezel sebagai Lukas, juga tampil Olivier Martinez (sebelumnya membintangi S.W.A.T.), Joanne Whalley (A.D. The Bible Continues), dan John Lynch (The Secret Garden).

“Ada bagian dalam film ketika Lukas berkata kepada Paulus, 'Saya tidak pernah bertemu Kristus secara pribadi, tetapi ketika saya melihat Anda berkhotbah, saya melihat Kristus di dalam diri Anda’, dan ia diubahkan untuk selama-lamanya,” kata Caviezel, sambil menambahkan bahwa ia ingin mengalami hal yang sama ketika mengambil peran-peran dalam kisah-kisah kekristenan.

Jim Caviezel sendiri meyakini ia “terpanggil” untuk memainkan peran dalam kisah-kisah yang diambil dari Alkitab.

“Saya tidak pernah fokus pada ego saya. Saya hanya ingin mereka melihat Yesus, termasuk dengan film ini,” katanya.

Caviezel mengatakan, pertobatan memang tidak membuat orang merasa lebih kaya tetapi itu akan membawa mereka ke kehidupan baru. Ia kembali berbagi kisah bagaimana ia mendorong Faulkner untuk juga mengosongkan diri, mengesampingkan ego, dan benar-benar mewujudkan peran rasul yang dikasihi.

“Saya berdoa untuk James dalam Paul, The Apostle of Christ. Dan, saya baru-baru ini membaca sebuah wawancara di mana dia (James, Red) berkata, ‘Saya tidak memainkan peran sebagai Paulus, tetapi ia yang menggerakkan saya bermain’. Itu seperti doa yang saya naikkan untuknya - bahwa ia melakukan (pengosongan diri, Red)," katanya.

“Mereka aktor-aktor hebat,” Caviezel menambahkan. “Mereka mengosongkan diri untuk membiarkan penonton mengalami perjumpaan dengan Tuhan dengan cara itu.”

Selain Passion of Christ yang ia bintangi tahun 2004, Caviezel sebelumnya membintangi film “berbau agama”,  seperti The Count of Monte Cristo dan Frequency, keduanya produksi tahun 2002.

Paul, Apostle of Christ mengisahkan tentang Paulus ketika menjalani hari-harinya di penjara Romawi, menunggu hukuman yang bakal dijatuhkan Kaisar Nero.

Saul dari Tarsus, tokoh agama yang membunuhi orang-orang Kristen, berbalik menjadi sosok yang imannya mengguncang kota Roma. Menempuh risiko besar, Lukas, seorang dokter, mengunjungi Paulus yang sudah lanjut usia, untuk menghibur dan merawatnya. Ia menanyakan, untuk kemungkinan menuliskan dan menyelundupkan surat-surat Paulus untuk komunitas orang-orang percaya yang sedang berkembang. Di tengah tindak kekerasan yang dilakukan Nero yang sangat tidak manusiawi, pria dan wanita menyebarkan Injil Yesus Kristus dan mengubah dunia.

Pengambilan gambar film Paul, Apostle of Christ dilakukan di Malta, kepulauan di Mediterania tengah antara Sisilia dan pantai Afrika Utara.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home