Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 18:21 WIB | Jumat, 07 September 2018

Jogja International Street Performance 7|2018 Digelar di Kampus UGM

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Pemda DIY Imam Pratanadi (baju batik) dan Iqbal Tuwasikal dari Jaran production saat memberikan penjelasan pada jumpa media JSIP 7|2018 di Aula Dinas Pariwisata DIY, Jalan Malioboro No. 56 Yogyakarta, Jumat (7/9) siang. (Foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bertempat di Aula kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Pemda DI Yogyakarta, Jalan Malioboro No. 56 Yogyakarta, Jumat (20/7) siang digelar jumpa pers Jogja International Street Performance (JISP) 7|2018. Jumpa pers menghadirkan Kepala Bidang Pemasaran Dispar DIY Imam Pratanadi serta Iqbal Tuwasikal dari Jaran production selaku panitia penyelenggara JISP 7|2018.

Imam Pratanadi menjelaskan bahwa JISP merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan terutama yang berasal dari manca negara (wisman) dengan target kunjungan 15 persen setiap tahunnya.

"Tahun ini kita proyeksikan meningkat hingga 450.000 wisman. Kedepannya (dengan adanya JISP yang melibatkan seniman dari berbagai negara) semoga juga berdampak pada peningkatan pada lama tinggal wisman di Yogyakarta," kata Imam saat jumpa pers Jumat (20/7).

Sementara itu Iqbal Tuwasikal menjelaskan beberapa program JISP 2018 yang mengangkat tema #7 Jogja the Dancing City dengan tagline Jejogedan akan berlangsung pada 11-12 September 2018 dengan beberapa titik di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

"JISP menjadi salah satu upaya memperkuat branding Yogyakarta sebagai Kota Budaya. Ada lima titik panggung yang kesemuanya berada di pinggir jalan di kampus UGM diantaranya sekitar bulevar UGM, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, sekitar lapangan Pancasila, yang diaktivasi sejak sore sampai pukul 18.00 WIB serta sebuah panggung utama di Lapangan Pancasila UGM yang akan dibuka pada pukul 19.00-22.00," ujar Iqbal.

Di luar acara di kampus UGM, Iqbal menjelaskan JISP 7|2018 juga menampilkan special performance kolaborasi koreografer Bimo Wiwohatmo (Yogyakarta) dan Takashi Watanabe (Jepang) di concert hall Taman Budaya Yogyakarta Senin (10/9) malam, serta kolaborasi seniman asal Belanda Leine Roebana bersama penari dari Yogyakarta-Surakarta di Auditorium Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Selasa (11/9) malam.

Rencananya akan tampil pula seniman seni pertunjukan Stefano Fardelli (Italia), Kazco Takemoto, Rodrigo Parejo (Spanyol), Potchanan Pantham (Thailand). serta Angela Vela (Meksiko). Dari Indonesia akan tampil Sanggar Seruni dan Sanggar Dayang Molek (Bangka Barat), Nani Topeng Losari (Cirebon), Ni dance (Purworejo), Sanggar Shaka Budaya (Wonogiri), Lena Guslina (Bandung), Kiki Rahmatika-Kerincing Manis, Fetri Rachmawati, Artha dance (Yogyakarta_, Fitri dance (Padang), Orkes Kampoeng Wangak-Maumere (NTT), serya Parrisca Ngremo Suropati (Pasuruan).

 
UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home