Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:12 WIB | Senin, 26 Januari 2015

Jokowi Dinilai Belum Pegang Kendali Pemerintahan

Jokowi Dinilai Belum Pegang Kendali Pemerintahan
Diskusi bertajuk Evaluasi 100 Hari Pemerintahan Jokowi - JK digelar di Paramadina Graduate School Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/1) yang dihadiri oleh (ki-ka) mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari, pengamat komunikasi politik Putut Widjanarko, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Nurul Arifin, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon, dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Jokowi Dinilai Belum Pegang Kendali Pemerintahan
Politisi PDIP Effendi Simbolon (kedua dari kanan) saat memberi komentar terkait kisruh yang terjadi antara KPK dengan Polri yang dinilai mengundang perhatian publik.
Jokowi Dinilai Belum Pegang Kendali Pemerintahan
Mantan Wakil Pimpinan KPK Bibit Samad Rianto saat berkomentar tentang kondisi KPK dari masa ke masa yang selalu dilemahkan. Menurutnya KPK harus tetap ada karena koruptor selalu ada di negeri ini.
Jokowi Dinilai Belum Pegang Kendali Pemerintahan
Politisi senior Partai Golkar Nurul Arifin (kiri) bersama dengan politisi PDIP Effendi Simbolon (kanan) saat keduanya hadir dalam diskusi tentang Evaluasi 100 Hari Pemerintah Jokowi - JK yang digelar di Paramadina Graduate School Jakarta Selatan.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Presiden Joko Widodo dinilai belum pegang kendali dalam menjalankan roda pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh politisi partai Golongan Karya (Golkar) Nurul Arifin dalam diskusi bertajuk “ Evaluasi 100 Hari Pemerintah Jokowi - JK “ di Paramadina Graduate School Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/1).

Hadir dalam diskusi politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto, mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Perwakilan (MPR) Hajriyanto Y Thohari, dan pengamat komunikasi politik Putut Widjanarko.

Diskusi akademis tentang kekisruhan yang terjadi di pemerintahan Jokowi mengundang perhatian publik karena konflik antara  KPK dengan Polisi Republik Indonesia (Polri) dinilai belum ada solusinya. Effendi Simbolon mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers yang hanya sekian menit tidak ada artinya, apalagi dengan mengundang tujuh tokoh ke Istana Negara.

Menurut dia,seharusnya hal ini diselesaikan dahulu di dalam lingkaran Istana Negara. "buat apa ada Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres)," ujarnya.

Effendi juga menyampaikan jika ingin menurunkan Presiden Joko Widodo ya saatnya, mumpung kekisruhan masih terjadi, sambil bercanda dengan politisi senior Partai Golkar Nurul Arifin yang merupakan salah satu partai kubu Koalisi Merah Putih (KMP).

Permasalahan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi kekisruhan ini dinilai Effendi justru berasal dari internal sendiri yaitu Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Menurutnya banyak orang yang ditempatkan oleh Joko Widodo dalam pemerintahannya tidak jelas, menirukani ungkapan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. "Rakyat yang tidak jelas atau siapa yang tidak jelas," kata dia sambil tertawa.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home