Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 14:41 WIB | Jumat, 27 Maret 2015

Kadin: NTP Rendah, Petani Jadi Pekerja Informal

Dua buruh tani merontokkan bulir padi usai panenan di persawahan kawasan Sempidi, kab. Badung, Bali, Senin (23/3). Akibat stok gabah di Bali cukup melimpah menyebabkan harga gabah basah panen berkisar Rp 4.000 per kg atau turun dari sebelumnya Rp 4.500 per kg. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini masih rendah sehingga banyak petani yang alih profesi menjadi pekerja informal, misalnya bekerja serabutan atau tukang bangunan.

"Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar sektor ketenagakerjaan Indonesia, namun NTP dan upah buruh tani masih sangat rendah," kata Peneliti LP3E Kadin Indonesia Suharyadi di Jakarta, Jumat (27/3).

Hal tersebut ia sampaikan dalam Forum Diskusi Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, "Apakah Katahanan Pangan Kita Sudah Kritis?" yang juga dihadiri oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Suharso Monoarfa.

Ia mengatakan, saat ini generasi muda pun cenderung untuk meninggalkan sektor pertanian dan lebih memilih sektor industri dan jasa.

"Walaupun upah nominal buruh selama tujuh tahun terakhir mengalami kenaikan, sebenarnya upah riil buruh tani mengalami penurunan," kata dia.

Menurut Suharyadi, upah riil buruh tani cenderung turun, hanya pada bulan Januari 2014 yang mengalami peningkatan menjadi Rp 39.372.

"Namun, jumlah ini kembali turun menjadi Rp 38.605 per Februari 2015," kata dia.

Ia menjelaskan, jumlah upah buruh tani tersebut baik nominal maupun riil sangat kecil dibandingkan upah buruh sektor industri yang dipatok oleh pemerintah.

"Oleh karena itu, sangat masuk akal jika sektor pertanian terus ditingkatkan," ujar dia.

Sementara itu, anggota Wantimpres, Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah terus berusaha agar Nilai Tukar Petani (NTP) tetap meningkat sehingga kesejahteraan petani dapat terjamin dan terpelihara.

"Dengan NTP yang meningkat maka dapat merangsang petani untuk meningkatkan daya beli dan meningkatkan produktivitasnya," kata Suharso.

Menurutnya, ada beberapa kebijakan pemerintah agar NTP tetap meningkat, misalnya mendukung produksi pertanian, mendukung pasca produksinya, perdagangannya, termasuk penyimpanannya. (Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home