Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 12:58 WIB | Rabu, 09 Januari 2019

Kali Pisang Batu Bekasi Jadi Lautan Sampah

Warga mengamati Kali Pisang Batu yang dipenuhi sampah di kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). Kondisi kali yang dipenuhi tumpukan limbah sampah sepanjang 1,5 kilometer tersebut mengakibatkan aliran air ke hilir Pantai Marunda terhambat serta mencemari air bersih lingkungan warga sekitar. (Foto: Antaranews.com/Risky Andrianto).

BEKASI, SATUHARAPAN.COM – Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi menjadi lautan sampah. Tumpukan sampah setebal 50 cm, membentang hingga ribuan meter di sepanjang aliran sungai tersebut.

Keterangan sejumlah warga menyebutkan, sampah menumpuk banyak sejak sebulan lalu. Semakin hari, sampah yang didominasi jenis plastik kian banyak. Volumenya diperkirakan mencapai ribuan ton. Meski sudah diangkut sekitar 300 ton dengan 150 truk, sisanya masih cukup banyak.

Sekdes Pahlawan Setia, M Yusuf mengatakan, sampah mulai diangkut pada Sabtu (5/1) lalu. Dibantu alat berat, sampai dikeruk dinaikkan ke truk, lalu dibuang ke lahan kosong milik warga di Desa Setia Asih, tak jauh dari titik tumpukan sampah sebagai bahan urug.

“Belum tahu (sampai kapan selesai). Tapi, kalau saya mintanya sampai bersih semua,” kata Yusuf di Desa Pahlawan Setia, Selasa (8/1).

Kabid Kebersihan pada Dinas LH, Kabupaten Bekasi, Dodi Agus mengatakan, sumber sampah berasal dari rumah tangga dan pasar tradisional di sepanjang aliran tersebut. Sampah yang terakumulasi berbulan-bulan lalu terbawa air ketika hujan deras, hingga ke Tarumajaya.

“Kami sudah menelusuri, sampah itu berasal dari Kota Bekasi, meski juga ada dari wilayah kami,” kata Dodi.

Persoalan sampah di Kali Pisang Batu, membuat Kementerian yang dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan yaitu Kemenko Kemaritiman turun tangan. Lembaga ini akan mengundang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan bupati/wali kota Bekasi.

“Harus ada pembenahan dari hulu sampai hilirnya, misal hulunya di Kota Bekasi pembenahannya harus dari atas, nggak bisa hanya diselesaikan di hilirnya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Kemaritiman pada Kementerian Kordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman Rofi Alhanif.

Dampak yang ditimbulkan atas penumpukan sampah menyebabkan pencemaran lingkungan, apalagi hilir sungai tersebut berada di laut di Jakarta Utara. Dampak lain bisa menyebabkan banjir di sekitar Bekasi, serta menimbulkan penyakit. (onlinebekasi.com)

 

Back to Home