Loading...
INSPIRASI
Penulis: Ahmad Solikin 01:00 WIB | Jumat, 03 Juli 2015

Kapan Kita Tobat?

Mengapa harus menunggu tua dahulu?
Mengharapkan pengampunan Tuhan (foto: istimewa)

SATU HARAPAN.COM – Setiap manusia pasti pernah melakukan suatu perbuatan yang dilarang agama, entah kecil maupun besar. Kadang orang yang melakukan malah enjoy, bahkan menceritakannya kepada orang lain dengan bangganya. Namun, bagi orang beriman, ketika melakukan hal yang sama pasti hatinya resah dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Saudara saya, seumuran dengan saya, boleh dibilang hidup jauh dari agama—pemabuk, meskipun tidak sampai teler, tetapi sering minum miniras.

Mbok, kamu itu jangan mabuk-mabukkan lagi, apa enaknya minum Miras. Uangnya ditabung buat biaya nikah ’kan bisa”, nasihat saya kepadanya.

Lha, pengen kok, orang nggak minum miras juga mati, orang minum miras juga mati, ya mending minum Miras,” kilahnya sambil tersenyum.

Mendengar ucapannya itu, saya jengkel sekali kepada dia, ”Lo, kamu enggak mikir masa depan kamu? Kamu juga nggak mikir dosa dengan apa yang kamu perbuat. Kamu nggak mikirin akhiratmu!”

”Besok kalau sudah tua pasti tobat. Mumpung masih muda belum punya istri dan anak, Hahahahaha,” ucapnya enteng.

Mendengar kata-katanya, saya malah diam seribu basa dan merenung. Apakah manusia harus menunggu tua dahulu baru bertobat? Tuhan memang maha pengampun. Dia pasti menerima pertobatan tuluskita.

Tetapi, apakah kita memang sempat menjadi tua? Kalau enggak, ’kan malah berabe!

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home