Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 02:55 WIB | Minggu, 20 Oktober 2019

Kardinal Suharyo "Bocorkan" Isi Surat Paus Fransiskus

"Kesetiaan dan ketaatan sampai menumpahkan darah"
Uskup Ignatius Kardinal Suharyo saat menyampaikan homilinya pada Misa Syukur Pelatikan Kardinal Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, hari Sabtu (19/10). (Foto: Dok. satuharapan.com/YouTube HidupTV)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Uskup Ignatius Kardinal Suharyo mengungkapkan isi surat Paus Fransiskus mengenai pengangkatannya sebagai kardinal baru untuk Indonesia.

Dalam suratnya, Paus Fransiskus meminta Kardinal Suharyo untuk memberikan diri secara lebih utuh dan kesaksian hidup yang konsisten, dan dapat menghayati keutamaan-keutamaan yang merupakan ciri martabat Kristiani, kesetiaan dan ketaatan sampai menumpahkan darah yang secara tradisional dilambangkan oleh jubah merah para kardinal.

Isi surat Paus Fransiskus itu dibacakan dalam homili Uskup Ignatius Kardinal Suharyo pada Misa Syukur Pelatikan Kardinal Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, hari Sabtu (19/10).

Berikut isi surat Paus Fransiskus yang dibacakan kembali oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

Kepada saudaraku terkasih, Ignasius Suharyo, Uskup Agung Jakarta,

Saudara terkasih, saya ingin menyapa anda dan menegaskan kedekatan persaudaran saya pada saat ini ketika Gereja meminta dari anda bentuk pelayanan baru; pelayanan yang tidak berkaitan dengan kehormatan duniawi tetapi panggilan untuk memberikan diri secara lebih utuh dan kesaksian hidup yang konsisten, merupakan harapan hati saya yang terdalam karena sekarang anda telah mendapat tempat sebagai anggota Klerus Roma, anda akan dapat menghayati keutamaan-keutamaan yang merupakan ciri martabat Kristiani, kesetiaan dan ketaatan sampai menumpahkan darah yang secara tradisional dilambangkan oleh jubah merah para kardinal.

Di mata dunia, pengangkatan ini biasanya dilihat sebagai promosi, langkah baru, menaiki tangga atau keanggotan dalam suatu lingkaran orang-orang terhormat. Cara berpikir seperti ini gagal untuk memahami dan sungguh mengaburkan makna yang benar dari kekardinalan. Oleh sebab itu saya mendorong anda dengan semangat persaudaraan yang mendalam untuk menghindari perayaan yang bercorak duniawi.

Benar bahwa umat beriman di Gereja Keuskupan anda dan orang-orang yang membantu anda dalam karya anda merasa gembira karena anda diangkat menjadi kardinal dan ingin merayakannya. Pastikan bahwa syukuran itu sederhana, ditandai dengan rasa perasaan Gerejawi dan ugahari injili.

Ketika saya berpikir mengenai anda masing-masing, satu kata masuk di dalam diri saya "Belarasa". Semoga tahap baru dalam hidup anda menambah besar kemampuan anda untuk berbela rasa dan membantu anda untuk semakin dekat mengikuti Yesus. Bela rasa bagi semua pribadi, laki-laki maupun perempuan yang karena menjadi korban dan dijadikan budak oleh begitu banyak kejahatan dengan penuh harapan mendambakan sikap kasih yang lembut dari mereka yang percaya kepada Tuhan.

Saya siap melayani anda, jangan lupa berdoa untuk saya. Semoga Yesus memberkati anda dan perawan Maria menjaga anda.

Salam Persaudaraan

Pada misa syukur ini dihadiri Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo, sejumlah uskup Indonesia, biarawan-biarawati dan para umat. Homili Uskup Ignatius Kardinal Suharyo dapat dilihat dalam siaran YouTube HidupTV pada menit 37:40 dan seterusnya di bawah ini.

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home