Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Tjhia Yen Nie 04:12 WIB | Selasa, 13 Maret 2018

Kasih yang Tidak Menggenggam

Visi yang baik, didukung orang-orang yang tulus, bukankah tidak seharusnya patah karena uang?
Mengepakkan sayap (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM –  ”Oh… jadi kamu diambil Om kamu saat kecil?”  tanya seorang Ibu di sebelah saya ketika kami mengobrol di ruang tunggu bandara.  Si Ibu yang duduk di sebelah saya menceritakan bahwa dia pergi untuk berobat, sedangkan saya bercerita bahwa saya menjenguk Om saya yang sedang berobat.  Dalam obrolan selama satu jam itu kami mengisahkan sekelumit kisah hidup kami—dia yang sakit karena disakiti keluarganya, sedangkan saya ikut  Om sehingga bisa bersekolah.

Teringat ketidakrelaan keluarga ketika saya melangkahkan kaki untuk masuk keluarga lain. Saat itu saya berkata, ”Saya mau bersekolah, dengan bersekolah… saya bisa membantu keluarga kelak!”  Dan memang demikianlah kenyataannya.  Tentu saja setelah saya menjadi orang tua, saya bisa merasakan betapa galaunya kedua orang tua saya saat melepaskan saya.  Dan untuk itu saya sangat bersyukur dengan keputusan mereka yang membiarkan saya pergi mengepakkan sayap.

Demikianlah kasih yang sesungguhnya, kasih yang tidak menggenggam.  Sang Penulis Skenario Kehidupan pun mengajarkannya melalui kisah 1 Raja-raja 3:16-28: ibu yang sesungguhnya adalah Ibu yang merelakan anaknya diasuh ibu lain, daripada anaknya mati, walau dia merasa sangat kehilangan.

Ketika seorang teman menceritakan wadah pelayanannya kocar-kacir karena masalah finansial Sang Penanggung jawab, semua sangat menyayangkannya.  Visi yang baik, didukung orang-orang yang tulus, bukankah tidak seharusnya patah karena uang?  Kemudian kami pun bahu-membahu mencari penanggungjawab kompeten yang mau meneruskan visi tersebut secara estafet. 

Disinilah kasih itu diuji.  Ketika wadah yang dibuat dengan kasih itu harus beralih ibu. Tentu saja kasih sejati adalah kasih yang tidak menggenggam.  Kasih sejati akan tersenyum dan bangga melihat roh pelayanan yang telah dirintis bertahun-tahun berkibar mengangkasa, walaupun bukan diri kita yang tercatat di atas kertas. Raga tidaklah abadi, lembaga tidaklah kekal, namun roh kebenaran tidak akan lenyap selama kita memiliki kasih sejati.

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home