Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 23:30 WIB | Sabtu, 14 Maret 2020

Kasus Baru COVID-19 di Malaysia dan Brunei Terkait Kegiatan Keagamaan

Pemeriksaan untuk virus corona baru di Malaysia. (Foto: Ist)

KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM-Malaysia melaporkan 41 kasus terinfeksi virus corona baru pada hari Sabtu (14/3). Diduga sebagian besar penularan terkait dengan acara keagamaan di pinggiran Kuala Lumpur yang dihadiri oleh sekitar 10.000 orang dari beberapa negara bagian.

Kasus-kasus baru itu membawa jumlah orang yang terinfeksi di negara Asia Tenggara menjadi 238, kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Sebanyak 81 kasus di Malaysia kini telah dikonfirmasi terkait dengan acara yang sama yang diadakan di sebuah masjid antara tanggal 27 Februari dan 1 Maret.

Perdana Menteri Malaysia, Muyiddin Yassin, mengatakan pada hari Jumat (13/3) bahwa negara itu menghadapi "gelombang kedua" infeksi, dan memperingatkan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk menahan penyebaran virus, semua pertemuan termasuk pertemuan internasional, olah raga, acara sosial dan keagamaan akan dibatalkan atau ditunda hingga setelah April, katanya.

Di negara tetangganya,  Brunei, 38 dari total 40 kasus terinfeksi COVID-19 di negara itu telah dikaitkan dengan pertemuan keagamaan.

Sebanyak 85 warga menghadiri pertemuan itu, dan 18 dinyatakan positif. Sisanya dari 38 adalah anggota keluarga dekat mereka, teman atau rekan kerja, kata kementerian kesehatan Brunei, hari Sabtu (14/3).

Kasus-kasus baru di Brunei termasuk bayi berumur sembilan bulan, anak dari seorang lelaki yang menghadiri acara keagamaan itu.

Pembicara dewan legislatif Brunei menyerukan sidang yang sedang berlangsung untuk berakhir pada hari Sabtu, satu pekan lebih cepat dari jadwal dan mengakhiri pembahasan anggaran, karena wabah virus corona. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home