Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 12:41 WIB | Sabtu, 07 Oktober 2017

KBRI Washington Promosikan Pariwisata Wonderful Indonesia

Dubes RI untuk AS Budi Bowoleksono berpose dengan Sekda Washington DC Lauren C. Vaughan usai peluncuran Kampanye Pariwisata Wonderful Indonesia, Jumat 6 Oktober 2017, di pelataran parkir Kedubes Indonesia di Washington DC. (Foto: VOA/Arif Budiman).

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sebuah kawasan bergengsi di Washington DC terlihat berbeda dari biasanya. Sebuah bus double decker tampak diparkir di halaman gedung di Massachusets Avenue, dan didekorasi sedemikian rupa dengan menghadirkan gambar berukuran besar yang menunjukkan keindahan kedalaman laut Indonesia.

Dua kata berukuran besar terpampang di sisi kiri bus itu: Wonderful Indonesia.

Itu adalah bagian dari kegiatan promosi pariwisata Indonesia di Amerika. Kegiatan yang menarik perhatian orang yang lalu lalang itu memang ditujukan untuk mengundang orang-orang Amerika -- dan dari belahan dunia lainnya -- untuk berkunjung ke Indonesia dan menikmati keanekaragaman budayanya.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk AS, Budi Bowoleksono, dalam acara peluncuran kampanye Wonderful Indonesia hari Jumat (6/10), di gedung KBRI di Washington DC, promosi pariwisata ini digelar sebagai bagian dari persiapan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) tahun 2018.

Kegiatan promosi pariwisata ini di Amerika ini, kata Budi, dilakukan di dua bus pariwisata double decker, 10 bus penumpang Washington Metropolitan Area Transit Authority (WMATA), yang biasa disebut bus metro, sejumlah stasiun kereta bawah tanah dan lima lokasi bike share di pusat kota Washington DC selama bulan Oktober 2017.

Sebuah bus double decker berada di pelataran parkir Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC dalam rangka peluncuran Kampanye Pariwisata Wonderful Indonesia, Jumat 6 Oktober 2017.

Kampanye Wonderful Indonesia ini, menurut Budi juga merupakan bagian dari usaha pemerintah Indonesia untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

”Program ini melibatkan semua pemangku kepentingan di sektor pariwisata, seperti pelaku usaha perhotelan, maskapai penerbangan, perjalanan wisata atau travel, pemerintah daerah, dan komunitas-komunitas kegiatan masyarakat tertentu,” ujarnya.

Melalui program itu, berbagai paket wisata akan dikemas menjadi lebih terintegrasi dan berbiaya lebih murah sehingga dapat menarik wisman.

”Kami juga sedang mengusahakan agar kelak Garuda Indonesia mendapat izin untuk melakukan penerbangan langsung ke Amerika Serikat untuk meningkatkan arus pariwisata,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Washington DC Lauren C. Vaughan, yang mewakili wali kota Muriel Bowser dalam acara peluncuran program kampanye itu, mengatakan, “Amerika Serikat, khususnya Washington DC, menyambut baik usaha ini. Ini akan lebih mendekatkan masyarakat Amerika dan masyarakat Indonesia.”

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada 2016 sebanyak 11,52 juta orang, atau naik 10,69 persen dibandingkan jumlah wisman tahun 2015 yang mencapai 10,41 juta orang.

Pada Januari-April 2017, sesuai data BPS, jumlah wisman mencapi 4,20 juta orang atau naik 19,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (3,52 juta orang).

Dengan asumsi jumlah wisman pada Mei-Agustus dan September-Desember 2017 sama dengan jumlah wisman Januari-April 2017, jumlah wisman pada 2017 diperkirakan mencapai 12,60 juta orang.

Pemerintah sendiri menargetkan kunjungan wisman pada 2019 mencapai 20 juta orang. “Saya optimistis target pemerintah Indonesia ini akan tercapai,” kata Budi Bowoleksono. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home