Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 11:14 WIB | Jumat, 22 Februari 2019

Kebakaran Ratusan Ha Hutan dan Lahan di Riau, Warga Merasa ‘Sesak’

Ilustrasi.Upaya pemadaman kebakaran hutan di Rimbo Panjang, Pekanbaru, Riau. (Foto: Dok satuharapan.com/Antara)

RIAU, SATUHARAPAN.COM – Kebakaran hutan dan lahan seluas ratusan hektare melanda beberapa kabupaten di Riau sehingga berdampak pada kesehatan warga.

Saat ini kebakaran masih berlangsung di sejumlah lokasi, terutama di sekitar Kota Dumai dan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis.

“Ada beberapa daerah pesisir (yang terdampak). Dumai, Bengkalis, dan Rupat yang masih ada (kebakaran). Jenis lahan yang terpapar banyak, ada lahan sawit, ada hutan. Ada ratusan hektare kalau digabungkan. Tapi tidak semua yang terbakar, ada juga yang sudah padam,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, kepada BBC News Indonesia, Kamis (21/2).

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan 843 hektare lahan terbakar di Provinsi Riau dari 1 Januari hingga 18 Februari.

Sebaran dari kebakaran mencakup Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 117 hektare, Dumai 43,5 hektare, Bengkalis 627 hektare, Meranti 20,2 hektare, Siak 5 hektare, Kampar 14 hektare, dan Kota Pekanbaru 16 hektare.

Untuk menanggulanginya, Pemprov Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai 19 Februari hingga 31 Oktober 2019.

“Siaga ini kita tetapkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu siaga juga saya tetapkan 19 Februari. Dengan adanya penetapan siaga ini, seluruh komponen bisa lebih optimal. Kami bisa minta bantuan kepada BNPB dan lainnya,” Edwar menjelaskan.

Pada Kamis (21/2) saja, menurut Edwar, pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 100 personel untuk memadamkan kebakaran, yang terdiri atas TNI/Polri, tim Manggala Agni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta anggota BPBD Riau sendiri.

Selain pengerahan personel, ada pula bantuan helikopter dari KLHK untuk melakukan pengeboman air di lokasi kebakaran.

Merasa Sesak

Kebakaran hutan dan lahan ini membuat warga merasakan dampaknya. Robby, misalnya, pegawai yang bekerja di pinggiran Kota Dumai, “Mulai hari ini terasa udaranya sesak dan cuaca lebih panas.”

Melalui peta daring, dia menunjukkan posisinya berada di antara dua area kebakaran, yakni Kecamatan Bukit Batu dan Pulau Rupat. Keduanya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bengkalis.

Di tengah kondisi itu, menurutnya, dia tidak melihat anak-anak sekolah yang memakai masker.

Pada Rabu (20/2), Gubernur Riau, Syamsuar, mengaku mendapat pesan dari Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

“Ya, tentunya ada pesan Bapak Presiden, karena Bapak Presiden punya perhatian besar terhadap kebakaran hutan dan lahan,” kata Syamsuar kepada wartawan seusai dilantik di Istana Negara, Rabu (20/2).

Dalam debat capres pada Minggu (17/2), Presiden Jokowi membanggakan soal keberhasilan menangani kebakaran hutan dan lahan selama tiga tahun terakhir.

“Kita ingin kebakaran hutan, lahan gambut, tidak terjadi lagi. Ini bisa kita atasi. Dalam tiga tahun tidak terjadi kebakaran hutan, lahan, dan gambut,” papar Jokowi saat itu. (bbc.com)

 

Back to Home