Loading...
BUDAYA
Penulis: Fransiska Sari Indah 03:43 WIB | Sabtu, 24 Agustus 2013

Kecantikan Unik Drupadi Digambarkan dalam Patung Keramik

Kecantikan Unik Drupadi Digambarkan dalam Patung Keramik
Drupadi, dari kisah Mahabrata kali ini menjadi salah satu inspirasi Fransiskus Widayanto. (foto-foto: Fransiska Sari Indah)
Kecantikan Unik Drupadi Digambarkan dalam Patung Keramik
Selendang penutup tubuh Drupadi, ditarik Dursasana.
Kecantikan Unik Drupadi Digambarkan dalam Patung Keramik
Patung keramik bertajuk Drupadi Pandawa Diva.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Salah satu seniman keramik terbaik Indonesia, Fransiskus Widayanto, kembali menampilkan karyanya. Pameran seni patung keramiknya tersebut diselenggarakan pada 22 sampai 30 Agustus 2013 di Galeri Nasional Indonesia (GNI). Widayanto mengangkat kisah seorang perempuan dalam Mahabrata, yaitu Drupadi.

Ia sudah 30 tahun berkarya dalam bidang seni keramik. Kali ini, laki-laki berumur 60 tahun itu memamerkan karya keramiknya bertajuk, "Drupadi Pandawa Diva". Pamerannya ini disertai dengan pementasan seni wayang.

Sebanyak 30 patung keramik yang ditampilkan bercerita tentang kehidupan Drupadi. Drupadi adalah sosok perempuan cantik, kuat, dan disukai banyak pria. Konon, ia bisa tertawa lebar bila menertawai seseorang.

Eksibisinya kali ini mengisahkan sosok Drupadi dalam bentuk tiga dimensi, sementara tokoh lainnya seperti Kresna, Kurawa, dan Pandawa ditampilkan dalam dua dimensi. Drupadi merupakan putri Drupada, raja Panchala. Dalam karya seninya kali ini, Fransiskus Widayanto sangat detail mengisahkan perjalanan hidup Drupadi.

Bagi pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1953 ini, dunia keramik merupakan pegangan hidupnya. Atas dasar itu, pria yang akrab disapa dengan Wied mengaku bahwa ia harus terus berinovasi dan berkarya lewat dunia seni khususnya seni keramik.

Tahun 2003, 2004 dan 2009, ia juga pernah memamerkan karya-karyanya di GNI. Selain itu ia juga pernah mengelar pameran tunggal di Hotel Reagent pada 1994 di Museum Art Gallery of The Northern Territory, Darwin, Australia. Pamerannya ini adalah yang ke-16.

Di sisi lain, untuk membagi talentanya di bidang keramik, dia juga sempat mengajar di IKJ dari 1990 hingga 1997. Selain itu, ia memilih menekuni ilmunya di studionya di Ciganjur. Dia mengatakan studionya tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar mengenai keramik.

Dalam kisah yang diilustrasikan dalam karyanya ini, ia menggambarkan Drupadi tersebut sebagai perempuan yang kelahirannya tidak lazim. Ia tidak dilahirkan melalui rahim ibu, tetapi dilahirkan dari Yajna, yaitu api suci. Saat lahir, ia diberi nama Kresna. Dalam Sansekerta, kresna artinya gelap. Maka, Widayanto menggambarkan warna kulit Drupadi dalam karya keramiknya legam seperti tembaga.

 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home