Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:53 WIB | Selasa, 13 Desember 2016

Kelapa Berkhasiat Multi Herbal

Kelapa (Cocos nucifera). (Foto: thesummitvanuatu.com)

SATUHARAPAN.COM - Kelapa sangat dikenal di Indonesia. Konsumen Indonesia sangat menyukai kelapa, dapat dilihat dari sebagian besar restoran dan rumah makan menyediakan minuman buah kelapa. Konsumsi buah kelapa meningkat selama bulan puasa dan Hari Raya. Banyak konsumen suka mengkonsumsi minuman buah kelapa saat berbuka puasa atau setelah makan malam.

Buah kelapa bukan hanya dikonsumi dalam bentuk buah segar, tetapi juga dikonsumsi dalam bentuk yang lain, yaitu santan dan kelapa parutan. Santan digunakan untuk makanan dan minuman misalnya cendol atau dawet. Parutan kelapa dikonsumsi bersama makanan lain seperti dalam bentuk isian kudapan, taburan kudapan, atau campuran adonan kudapan misalnya ongol-ongol atau kue putu. Parutan kelapa juga sering digunakan sebagai isian dari produk bakery seperti roti isi kelapa. Beberapa produk biskuit juga menambahkan kelapa sebagai bahan baku.

Tim peneliti dari Departemen Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Federal do Ceará, Fortaleza, Brasil, meneliti kandungan fitokimia dan farmakologi kelapa. Pada penelitian tersebut ternyata tanaman kelapa memiliki sifat analgesik, antiartritik, antibakteri, antipiretik, antihelminthic, antidiare, dan kegiatan hipoglikemik. Selain itu, sifat-sifat lain seperti antihipertensi, antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, kardioprotektif, antikejang, sitotoksisitas, hepatoprotektif, vasodilatasi, nephroprotective, dan efek antiosteoporosis juga dilaporkan.

Rajeev K Singla Sadbhavna dari College of Management & Technology, Raikot India, juga menyebutkan bahwa buah dari kelapa telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk pengobatan gangguan metabolisme. India memiliki warisan yang kaya dari obat tradisional dan sistem perawatan kesehatan tradisional, yang telah berkembang selama berabad-abad. 

Buah kelapa telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk pengobatan gangguan metabolisme, dan buah kelapa merupakan sumber yang kaya kandungan  fenolik dan flavonoid. Hal ini menunjukkan buah kelapa  memiliki sifat antioksidan, antimikroba, vasorelaksan, antihipertensi.

Shona Wilkinson, ahli Gizi dari Superfood.uk.com, menyebutkan air kelapa murni bisa menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan tidur yang lebih cepat dan berkualitas.

“Air kelapa lebih dulu dikenal sebagai minuman pasca olahraga, untuk mengganti kehilangan air dan membuat otot rileks. Namun, manfaat tersebut juga berkhasiat membuat Anda tidur lebih cepat dan lelap, dan merupakan  sumber dari elektrolit mineral, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, dan sodium," katanya pada Rabu (23/11) seperti dikutip dari thesun.co.uk.

Ia menambahkan, tingkat seimbang mineral itu diperlukan untuk menjaga tindakan otot yang normal, fungsi saraf, dan hidrasi dalam tubuh kita, karena kekurangan atau ketidakseimbangan dapat menyebabkan kram dan kaki gelisah di malam hari, serta tidur terganggu.

Pemerian Botani Kelapa

Mengutip Wikipedia, pohon kelapa memiliki batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Pohon kelapa berakar serabut, tebal, dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai.

Batangnya  beruas-ruas, namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, bertoreh sangat dalam sehingga tampak seperti daun majemuk.

Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea. Terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal.

Buahnya besar, berdiameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau cokelat. Buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air. Endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tua buah, embrio kecil, dan baru membesar ketika buah siap berkecambah (disebut kentos).

Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Tumbuhan ini berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000 m dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, tumbuhan ini akan mengalami pelambatan pertumbuhan.

Pemanfaatan

Hampir semua bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan, mulai dari akar, batang, daun, batang daun, bunga, dan buahnya. Menurut tanamkesehatan.blogspot.co.id, Pramuka Indonesia, menggunakan lambang pohon kelapa karena begitu besar arti dan manfaatnya bagi manusia. Pramuka diharapkan meniru pohon kelapa, berguna dan bermanfaat bagi sesamanya. 

Akar pohon kelapa selain dapat dipakai sebagai pengganti kayu bakar, juga dapat dipakai sebagai obat penyakit kulit dan demam. Di tangan orang yang kreatif, akar pohon kelapa bisa dijadikan produk seni. Batang pohonnya banyak digunakan sebagai bahan bangunan, yaitu sebagai tiang rumah dan jembatan darurat, bahkan menjadi bahan kursi.

Buah kelapa, adalah bagian yang paling banyak manfaatnya dari pohon kelapa. Kelapa yang muda dijadikan minuman segar, sedangkan kelapa yang tua diambil santannya. Buah kelapa juga dibuat menjadi minyak goreng. Sedangkan air kelapa tua bisa menjadi nata de coco.

Batok kelapa atau tempurungnya bisa dijadikan arang. Tempurung kelapa bisa juga dibuat hiasan dinding, kepala patung, dan sebagainya. Di beberapa daerah orang masih menggunakan gayung dan sendok sayur dari tempurung kelapa. Sabut kelapa selain sebagai bahan bakar, juga menjadi bahan pembuat keset dan bahan pengisi jok kursi.

Daun kering dari pohon kelapa dijadikan atap rumah, sedangkan daun yang masih muda bisa dijadikan hiasan pada perkawinan, kulit ketupat, pembukus makanan tradisional.

Tulang daun bisa dijadikan sapu lidi, anyaman, dan tusuk sate. Air dari bunga pohon kelapa  yang sengaja disadap dimasak menjadi gula merah atau gula kelapa.

Tandan bunga yang masih muda, yang disebut mayang atau manggar dalam bahasa Jawa, dipakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Mayang oleh orang Jawa-Mataraman dipakai sebagai bahan pengganti gori dalam pembuatan gudeg dan disebut gudeg manggar. Bunga betina atau buah mudanya, disebut bluluk dalam bahasa Jawa, dapat dimakan.

Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau legèn (bahasa Jawa), dapat diminum sebagai penyegar atau difermentasi menjadi tuak. Gula kelapa juga dibuat dari nira ini. Buah kelapa muda, air di dalamnya dapat diminum.

Sabut, bagian mesokarp yang berupa serat-serat kasar, diperdagangkan sebagai bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, serta media tanam bagi anggrek. Tempurung atau batok, yang sebetulnya adalah bagian endokarp, dipakai sebagai bahan bakar, pengganti gayung, wadah minuman, dan bahan baku berbagai kerajinan tangan.

Pohon kelapa berasal dari pesisir Samudra Hindia ini, saat ini dibudidayakan di seluruh daerah tropika, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, pohon kelapa ditemukan di hampir seluruh wilayah. Indonesia adalah salah satu negara penghasil buah kelapa terbesar di dunia. Ada beberapa jenis kelapa yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu kelapa dalam: viridis (kelapa hijau), rubescens (kelapa merah), macrocorpu (kelapa kelabu), sakarina (kelapa manis), kelapa genjah: eburnea (kelapa gading), regia (kelapa raja), pumila (kelapa puyuh), pretiosa (kelapa raja malabar), kelapa hibrida.

Dari berbagai jensi-jenis kelapa yang dibudidayakan, kelapa hijau dan kelapa hibrida adalah jenis kelapa yang paling banyak digunakan untuk membuat masakan dan minuman oleh masyarakat Indonesia.

Mengutip Wikipedia, nama ilmiah kelapa adalah Cocos nucifera, di Indonesia dikenal dengan nama kelapa, nyiur, krambil, kalapa, kelopo. Nama lain adalah coconut (Inggris), kelapa, nyiur (Melayu), dua (Vietnam), niyog, inniug, ongot, gira (Filipina), ye zi (Tiongkok), yahi no mi, kokonatsu (Jepang), maphrao (Thailand).

Kabupaten Indragiri Hilir di Provinsi Riau menjadi salah satu kabupaten penghasil buah kelapa di Indonesia. Laman resmi milik pemerintah kabupaten tersebut, inhilkab.go.id menginformasikan bahwa tanaman kelapa menjadi salah satu primadona perkebunan di daerah itu.

Menurut situs inhilkab.go.id, dari total luas lahan perkebunan sebesar 753.450 hektare (ha), sebanyak 429.110 ha merupakan kebun kelapa yang tersebar di 20 kecamatan di Indragiri Hilir. Luas kabupaten yang beribu kota di Tembilahan itu 1.367.551 ha.

Menurut Komunitas Kelapa Asia dan Pasifik (Asian and Pacific Coconut Community/APCC, Indonesia merupakan negara agraris yang menempati posisi ketiga setelah Filipina dan India sebagai penghasil kelapa terbesar di dunia.

Manfaat Herbal Kelapa

Kelapa termasuk jenis tanaman palma yang mempunyai buah berukuran cukup besar. Tanaman kelapa banyak terdapat di daerah beriklim tropis. Buah kelapa,  seperti dikutip dari unila.ac.id, berbentuk bulat, buah kelapa yang sudah tua mengandung kalori tinggi, sebesar 359 kal per 100 gram, daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gram, dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gram. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram .

Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu enzim yang mampu mengurai sifat racun. Menurut Direktorat Gizi Depkes RI, komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor, dan gula yang terdiri atas glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gram dari setiap 100 gram.

Penelitian yang dilakukan tim kelompok Keilmuan Farmakologi- Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, dikutip journal.fmipa.itb.ac.id, meneliti pengaruh rehidrasi setelah olahraga dengan air kelapa. Hasilnya menunjukkan  rehidrasi menggunakan air kelapa dan air kelapa ditambah gula putih mengembalikan berat badan tubuh dan hematokrit kembali ke normal, dengan indeks rehidrasi lebih baik dari pada air biasa. Selain itu air kelapa menginduksi produksi urin lebih sedikit dibandingkan air kelapa ditambah gula putih dan minuman suplemen “X”, namun air kelapa ditambah gula putih lebih baik dalam mempertahankan kadar glukosa darah atlet selama periode rehidrasi.

Yolanda Vinta K, dari Fakultas Farmasi Universitas Surabaya, meneliti  pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap rasio kadar kholesterol total pada kelinci jantan putih, seperti dikutip dari ubaya.ac.id. Pada penelitian itu dilakukan pengujian pengaruh air kelapa muda terhadap rasio kadar kolesterol total/KDL kolesterol pada kelinci. Hasil penelitian menunjukkan pemberiaan air kelapa muda dapat menurunkan kolesterol pada kelinci.

Tim peneliti Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang, dikutip dari.unipdu.ac.id,  melakukan studi analisa pemanfaatan air kelapa sebagai intervensi nonfarmakologi dalam mencegah nyeri haid (disminorea) pada santriwati di asrama Al Husna Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Disminorea adalah nyeri kram (tegang) daerah perut yang mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid dan dapat bertahan selama 24-36 jam meskipun beratnya hanya berlangsung selama 24 jam pertama.

Intervensi yang dapat dilakukan adalah pemberian air kelapa untuk mencegah terjadinya nyeri haid. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan pemberian air kelapa terhadap mencegah nyeri disminorea.

Tim peneliti Jurusan Biokimia Universitas Madras Guindy Kampus, Chennai, India, meneliti efek biokimia evaluasi antidiabetes dari bunga kelapa pada tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi antidiabetes dan sifat antioksidan ekstrak bunga kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bunga ekstrak tidak beracun dan memiliki potensi antidiabetes dan antioksidan.

Tim peneliti dari Sekolah Farmasi ITB Bandung, meneliti tentang efek dari air kelapa dan minuman isotonik pada perubahan frekuensi denyut jantung pada tikus hipertensi yang diinduksi. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa dapat menurunkan frekuensi denyut jantung yang lebih baik daripada minuman isotonik.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home