Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:10 WIB | Kamis, 21 Januari 2021

Kelompok Royalis Thailand Bentuk Partai Baru Saingi Gerakan Reformasi

Kelompok royalis mengibarkan bendera menyambut kedatangan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida, di Bangkok, Thailand, pada 25 November 2020. (Foto: dok. Reuters)

BANGKOK, SATUHARAPAN.COM-Sebuah kelompok ultra royalis di Thailand membentuk partai politik baru pada hari Rabu (20/1) untuk membela Raja Maha Vajiralongkorn, di tengah seruan untuk reformasi monarki oleh gerakan protes yang dipimpin pemuda.

Partai "Thai Pakdee" (Loyal Thai)adalah cabang dari kelompok royalis dengan nama yang sama yang dibentuk pada Agustus lalu untuk melawan demonstrasi jalanan dengan unjuk rasa untuk mendukung raja.

Politisi senior, Warong Dechgitvigrom, akan memimpin partai baru, yang katanya akan melawan kelompok politik yang niat sebenarnya adalah menggulingkan monarki. "Sebelum kami membela... hari ini kami menyatakan perang, kami akan berjuang untuk melindungi monarki," kata Warong dalam konferensi pers.

Para pemimpin gerakan protes telah menolak tuduhan bahwa menggulingkan monarki adalah tujuan mereka dan berulang kali mengatakan mereka ingin membuat institusi tersebut lebih kompatibel dengan demokrasi.

Warong mengatakan partai oposisi terkemuka, “Move Forward”,dan kelompok Gerakan Progresif (“Progressive Movement”)akan menjadi saingan politik partainya, serta kelompok yang dipimpin pemuda yang ia sebut sebagai "massa tiga jari", mengacu pada penghormatan pada “Hunger Games”yang mereka gunakan dalam kampanye mereka.

Dalam sebuah pernyataan, Warong mengatakan partainya tidak mendapat dukungan dari kelompok atau bisnis tertentu dan akan menjadi milik rakyat. Dia tidak menyebutkan nama anggota lain, tetapi mengatakan bahwa komisi pemilihan telah diberitahu tentang pembentukannya dan pengurus akan segera dipilih.

Politisi progresif, Piyabutr Saengkanokkul, memperingatkan, bagaimanapun, bahwa partai baru itu berisiko mengasosiasikan monarki dengan politik dalam negeri. “Pembentukan partai yang mengadvokasi perlindungan monarki, baik dengan niat baik atau untuk menghancurkan pihak lain, hanya bisa membawa monarki ke ranah politik,” kata Piyabutr di akun Twitter resminya. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home