Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Martahan Lumban Gaol 11:39 WIB | Kamis, 06 Agustus 2015

Kembali Terpilih, Said Aqil Punya 4 Program Prioritas

Kiai Haji Said Aqil Siradj. (Foto: Martahan Lumban Gaol)

JOMBANG, SATUHARAPAN.COM – Said Aqil Siradj kembali terpilih sebagai Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pada periode kedua kepemimpinannya ini, Said menyatakan akan memprioritaskan empat program.

Alhamdulillah dalam lima tahun PBNU banyak yang diperbuat dan banyak yang belum berhasil. Yang bekum inilah yang akan saya tuntaskan bersama,” ucap Said dalam sambutannya, seusai dinyatakan terpilih sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2015-2020, di Arena Muktamar ke-33 NU, Alun-alun Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (6/8) dini hari WIB.

Dia menyatakan akan fokus pada beberapa hal, yakni melanjutkan dan menguatkan kembali program pendidikan di semua tingkatan pendidikan, revitalisasi aset NU yang belum kembali ke pangkuan, penerapan manajemen organisasi modern secara utuh tanpa meninggalkan ulama, serta lebih menggiatkan kembali berbagai kegiatan NU di semua tingkatan untuk back to pesantren.

“Tentu saja dilakukan setelah terlebih dahulu merangkul semua pihak yang berkompetisi dalam muktamar untuk bersama membangun NU menjadi lebih baik, sehingga dapat dijadikan model percontohan Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Said.

Said Aqil Siradj kembali menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), periode 2015-2020, setelah sosok petahana itu terpilih usai memperoleh mayoritas suara dalam voting putaran pertama pemilihan ketua umum PBNU.

Di putaran pertama, Said Aqil mengumpulkan 287 suara dari 417 total pemilih mengalahkan perolehan suara As'ad Ali dan KH Salahuddin Wahid.

Proses Pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2015-2020 seharusnya memasuki putaran kedua, namun hal itu tidak dilangsungkan setelah As'ad Ali yang memperoleh suara 107 naik ke atas panggung dan menarik diri dari pencalonan.

Sedangkan kandidat ketiga KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mendapat sepuluh suara. Seharusnya Said Aqil Siradj dan As'ad Ali maju ke putaran kedua karena melampaui batas minimal 99 suara.

"Saya kalah pintar, kalah pengalaman dari Kyai Said, sekali lagi terima kasih. Kehadiran saya tetap orang NU," ujar As'ad di atas panggung Muktamar ke-33 NU, Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8) dini hari, setelah penghitungan suara putaran pertama berakhir.

Editor : Sotyati