Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 20:05 WIB | Jumat, 01 April 2016

Kemendag Hati-hati Tanggapi Hubungan Ekonomi Israel-RI

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iman Pambagyo. (Foto: youtube.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Iman Pambagyo, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia enggan mengomentari hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan Israel.

Saat dihubungi satuharapan.com, mantan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Diplomasi Perdagangan dan mantan Dubes WTO itu mengatakan dirinya tidak berwenang membicarakan hubungan antara Indonesia dan Israel.

“Saya masih di rapat. Saya tidak berwenang bicara soal hubungan dengan Israel,” kata Iman Pambagyo kepada satuharapan.com, di Jakarta, hari Jumat (1/4).

Kendati  Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, hubungan dagang kedua negara tetap berjalan, bahkan cenderung meningkat.

Menurut Data Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia dan Israel pada 2015 mencapai US$ 194,43 juta. Ini sekitar 0,44 persen dari nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok.

Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan Israel, walaupun surplus itu semakin kecil. Pada 2015 Indonesia mengekspor senilai US$ 116,71 juta ke Israel, terdiri dari US$ 8.200 minyak dan gas dan US$ 116,7 juta nonmigas.

Indonesia mengimpor dari Israel sebesar US$ 77,71 juta berupa produk nonmigas.

The Diplomat memperkirakan setiap tahun 200.000 orang Indonesia mengunjungi negara tersebut. Sejumlah perusahaan besar, termasuk Bakrie Group, ditengarai memiliki keterkaitan dengan dunia bisnis di negara yang kini dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu.

Muhammad Zulfikar Rakhmat, mahasiswa  pasca sarjana jurusan Politik Internasional di Universitas Manchester, Inggris, dalam sebuah tulisannya di Diplomat, dengan judul “The Quiet Growth of Indonesia-Israel Relations” mengatakan, kendati hubungan diplomatik tidak ada, perdagangan kedua negara tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. 

Transaksi perdagangan Jakarta dan Tel Aviv  sekitar 88 persen di antaranya adalah ekspor dari Indonesia.  Indonesia mengekspor komoditas ke Israel, sementara Israel mengirimkan produk-produk teknologi tinggi ke Indonesia.

Banyak pihak yang memperkirakan hubungan dagang Indonesia dan Israel jauh lebih besar dari yang tercatat secara resmi.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home