Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 09:43 WIB | Jumat, 07 Desember 2018

Kemendag Sidak Bapok di Pasar Sorong-Papua Barat

Operasi pasar Kemendag di Kota Sorong (Foto istimewa/Antara)

SORONG, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Perdagangan menggelar operasi pasar di Kota Sorong, Papua Barat, mengantisipasi pergerakan harga bahan bahan pokok (bapok) menjelang hari Raya Natal tahun 2018.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Papua Barat, Polres Sorong, Perum Bulog, Pemerintah Kota Sorong serta Provinsi Papua Barat.

Inspeksi mendadak (Sidak) ini dilaksanakan di Pasar Remu Kota Sorong, gudang Distributir Tri Abadi, Supermarket Mega, Gudang PT Mariat Utama, serta meninjau stok beras dan gula di gudang Bulog Subdivre Sorong.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Papua Barat Melkias Werinussa mengutarakan, harga sembilan bahan pokok di daerah tersebut telataif stabil. 

"Jika nanti ada kenaikan menjelang Natal dan tahun bari. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya terjadi karena stock kosong. Ini yang harus kita antisipasi bersama," kata Melkias.

Ia mengutarakan, sebagian besar komoditas bapok di Sorong maupun Papua Barat secara umum didatangkan dari Makassar-Sulawesi Selatan dan Surabaya-Jawa Timur. Distribusi bapok menuju Papua Barat mengandalkan transportasi jalur laut.

Untuk saat ini, ujar Melky, stok sembako di Kota Sorong sangat aman, dan masih cukup untuk memenuhi permintaan pasar hingga tiga bulan kedepan.

"Melihat kondisi riil ini, kami berharap tidak akan terjadi kenaikan harga secara berlebihan. Kalau stok aman berarti harga juga semestinya aman," ujarnya lagi.

Setelah memantau pasar dan sejumlah gudang distributor, pada Jumat (7/12) tim Kemendag akan menggelar focus group discution (FGD) bersama sejumlah instansi terkait. Diskusi ini untuk menggali persoalan sekaligus solusi serta langkah yang harus ditempuh dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga bapok di daerah tersebut. (ANTARA News)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home