Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:09 WIB | Kamis, 21 Februari 2019

Kemendikbud Dorong Sekolah Swasta Miliki Keunggulan Khusus

Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Rabu (20/2). (Foto: kemdikbud.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi, mendorong sekolah-sekolah swasta mengembangkan keunggulan khusus yang berbeda dari sekolah lain.

"Sekolah swasta harus berbenah. Belajarlah dari sekolah-sekolah swasta yang bagus, kita harus menghargai sekolah-sekolah swasta favorit tersebut, dan belajarlah dari mereka," kata Didik Suhardi dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Rabu (20/2), yang dilansir situs kemdikbud.go.id.

Salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan sekolah swasta, menurut Didik, adalah pendidikan karakter.

Sekolah swasta yang benar-benar memperhatikan pendidikan karakter, dapat menjadi daya tarik bagi orang tua siswa menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. Begitu juga sekolah berbasis pondok pesantren, dapat dikembangkan sebagai keunggulan khusus.

Bagi pengelola sekolah menengah kejuruan (SMK), Didik Suhardi berharap, mereka mengembangkan jurusan-jurusan yang memiliki peluang kerja yang besar bagi lulusannya.

Didik menyebut ada sejumlah jurusan yang sudah jenuh di pasar kerja. "Misalnya lulusan bisnis dan administrasi. Tiap tahun lulusan jurusan ini lebih dari 120.000, sedangkan yang terserap dunia kerja hanya antara 12.000 hingga 13.000," katanya.

Sementara itu, banyak jurusan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, namun belum banyak SMK yang membuka jurusan-jurusan tersebut.

"Misalnya jurusan pengelasan atau welding, terutama sea welding atau underwater welding, itu pekerjaan yang sangat spesial, sangat dibutuhkan, namun jumlah lulusan jurusan ini sangat sedikit," kata mantan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kemendikbud tersebut.

Didik menambahkan, prioritas pemerintah adalah mengembangkan SMK di bidang industri kreatif, ketahanan pangan, kemaritiman, dan pariwisata. "Saat ini sudah ada SMK yang unik, SMK khusus kopi sudah ada. Begitu juga SMK-SMK yang mendidik siswanya tidak hanya menjadi pegawai namun wiraswasta, seperti jurusan boga, otomotif, dan lain-lain,” kata Didik Suhardi.

 

Back to Home