Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:08 WIB | Rabu, 11 Januari 2017

Kemenkes Upayakan Vaksin Lengkapi Program Imunisasi Nasional

Ilustrasi: Kemenkes upayakan tiga vaksin lengkapi Program Imunisasi Nasional. (Foto: nfopublik.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Kesehatan RI akan mengupayakan penambahan tiga jenis kekebalan untuk melengkapi program nasional imunisasi dasar lengkap, yaitu: vaksin Measles Rubella (MR), vaksin Pneumococcus, dan vaksin Human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks.

“Sampai dengan 2019 kita akan menambah imunisasi baru, yang disebut New Vaccine Initiative. Tahun ini, kita akan melakukan demonstrated project (bukan pilot project), karena vaksin ini telah diuji di berbagai negara, jadi tinggal kita laksanakan,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr HM Subuh MPPM, pada gelaran Temu Media Akhir Tahun Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (30/12) lalu, yang dikutip situs depkes.go.id.

Dikatakan oleh dr Subuh, vaksin MR untuk menggantikan vaksin campak akan mulai diterapkan untuk digunakan secara berkala mulai Januari 2017. Selanjutnya, vaksin Pneumococcus sebagai proteksi bagi anak-anak dari  Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akan mulai diterapkan pada pertengahan tahun 2017. Sedangkan vaksin HPV yang sebenarnya sudah mulai diperkenalkan pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2016 di DKI Jakarta akan dikembangkan lebih luas pada tahun 2017.

“Sampai dengan tahun 2025, kita akan bertambah tiga imunisasi lagi. Jadi total nantinya imunisasi dasar lengkap nantinya ada 14. Kalau sudah punya kekebalan dari 14 penyakit, berarti kita sudah bisa sama dengan negara Eropa dan Amerika,” kata dr Subuh.

Imunisasi melindungi anak-anak dari beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian. Jadi, imunisasi adalah salah satu langkah tepat bagi orang tua untuk menjamin kesehatan anaknya. Lebih lanjut, imunisasi tidak membutuhkan biaya besar, bahkan di Posyandu anak-anak mendapatkan imunisasi secara gratis.

Sampai dengan tahun 2016 lalu, program nasional imunisasi dasar lengkap yang ada di Indonesia telah berhasil melindungi jutaan generasi bangsa dari delapan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu polio, TBC, campak, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B dan Pneumonia serta Meningitis.

Menjawab pertanyaan media mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan agar ketiga vaksin baru tersebut dapat menjadi program nasional yang menyeluruh, dr Subuh menyatakan butuh waktu lebih kurang 2-3 tahun.

“Tahun 2017, kita memberanikan diri agar vaksin MR yang akan menggantikan vaksin Campak mencakup seluruh Jawa, sehingga tahun 2018 vaksin MR bisa mencakup seluruh Indonesia,” kata dr Subuh.

Memasukkan ketiga vaksin tersebut ke dalam program nasional tentu membawa konsekuensi terhadap besarnya anggaran pengadaan vaksin tersebut, yakni lebih kurang Rp 1 triliun. Selain berasal dari sumber utama APBN, juga didapatkan dengan mekanisme sharing dengan lembaga-lembaga donor.

“Besarnya dana untuk imunisasi yang merupakan tindakan pencegahan, tetap jauh lebih murah apabila kita bandingkan dengan kerugian apabila seorang anak terserang penyakit akibat tidak diimunisasi,“ kata dr Subuh.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home