Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 05:49 WIB | Sabtu, 29 Agustus 2015

Kemenperin Beri Perhatian Khusus Kerajinan Tenun

Ilustrasi: Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah saat memberi kata sambutan di Gerakan Minum Jamu di Kementeiran Perindustrian beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. satuharapan.com/ Prasasta Widiadi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Tenun Sumatera dinilai sebagai primadona pada berbagai pameran di nasional, terkait dengan pengembangan industri fesyen, Ditjen IKM Kemenperin (Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian) sejak lama menaruh perhatian khusus terhadap pembinaan Tenun Silungkang melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis Tekstil, bantuan mesin dan peralatan tenun serta berbagai pelatihan.

"Tenun Sumatera Barat selalu menjadi primadona dalam berbagai pameran karena sarat dengan proses inovasi dan kreativitas," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (28/8).

Euis mengatakan Tenun Silungkang, lanjut Euis, menjadi istimewa, karena pernah mendapatkan penghargaan One Village One Product (OVOP) dari Kementerian Perindustrian.  Selain itu, dukungan terhadap IKM Songket Silungkang juga pernah diberikan kepada Pertenunan Jembatan Merah Silungkang berupa promosi advertorial di Media Indonesia.

"Penghargaan OVOP Bintang Tiga tersebut pernah diraih oleh Arena Songket INJ dari Silungkang, Kota Sawahlunto," kata Euis.

Pada kesempatan tersebut, Euis Saedah mewakili Menteri Perindustrian Saleh Husin, bersama Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf, membuka Sawahlunto International Songket Carnival, 28 Agustus 2015 di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Sawahlunto International Songket Carnival merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Kota Sawahlunto, pada hari pertama, kegiatan tersebut diisi dengan agenda Pawai Budaya yang menampilkan berbagai kreasi busana berbahan songket.

Selanjutnya, pada hari kedua diselenggarakan Konferensi Songket yang akan mengulas songket sebagai aset budaya dan pengembangannya dengan peserta yang terdiri dari perajin songket, peserta pameran songket, praktisi budaya, desainer, serta pemerhati Silungkang. (Ant)

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home