Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:00 WIB | Senin, 04 April 2016

Kenaikan Permukaan Air Laut Lebih Tinggi Abad Mendatang

Ilustrasi: kenaikan permukaan air laut karena mencairnya es di Antartika, akan membuat kota-kota pesisir seperti New York, London, dan Shanghai tidak dapat dihuni. (Foto: .commondreams.org)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - Peneliti Amerika, Rob DeConto dan David Pollard, mendapati dengan tingkat emisi gas rumah kaca saat ini, lautan di dunia akan naik hampir dua meter pada tahun 2100, dan sekitar 15 meter pada tahun 2500. 

Sebuah studi baru dengan menggunakan model komputer yang canggih, menunjukkan permukaan air laut akan naik lebih tinggi daripada yang diyakini sebelumnya menjelang akhir abad ini, karena es yang mencair dengan cepat dari Antartika.

Sebaliknya, laporan terbaru dari Panel antarpemerintah tentang perubahan iklim PBB, telah meramalkan permukaan air laut akan naik hanya di bawah satu meter menjelang tahun 2100, terutama karena air laut yang memanas, dan gletser serta bongkahan es di Greenland yang mencair.

Jika prediksi DeConto dan Pollard yang diterbitkan dalam jurnal Nature itu benar, banyak daerah pesisir, seperti Florida selatan dan New Orleans di Amerika Serikat, Kota Shanghai, dan Bangladesh, bisa terancam oleh naiknya permukaan laut.

Kedua peneliti itu, mempelajari dua periode pemanasan global sebelumnya, mulai tiga juta tahun yang lalu dan 125.000 tahun yang lalu, untuk menemukan bagaimana dan mengapa terjadi pencairan di benua kutub selatan itu.

Mereka mendapati, gumpalan es raksasa itu bisa tidak stabil, karena air hangat di atas lapisan es Antartika, menyebabkan pecahnya gumpalan itu runtuhnya tebing es raksasa yang menjulang jauh di atas permukaan laut. (voaindonesia.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home