Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:55 WIB | Selasa, 26 Mei 2015

Kepala BN2TKI Minta Jepang Tambah Kuota Careworker

Maria Fransiska, seorang perawat dari Indonesia, membantu Heiichi Matsumaru makan siang, pasien pulih dari stroke, (Foto: the new york times)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, meminta Jepang agar meningkatkan kuota  careworker (perawat yang khusus menangani para orang tua di Jepang), terlebih Indonesia sudah begitu banyak memberikan kemudahan lalu lintas perdagangan barang, dan jasa dari Jepang ke Indonesia.

"Kalau bisa kuota  careworker ditambah, supaya impas antara kebebasan bea masuk barang Jepang, dengan pengiriman devisa careworker kita," kata Nusron dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (25/5).

Nusron dalam kunjungannya ke Japan International Corporation Welfare Employment and Labor (JICWEL), Senin (25/5), mengatakan, pengiriman  careworker dan perawat ke Jepang merupakan hasil kesepakatan `economic partnership agreement` antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang yang sudah berjalan selama 8 tahun.

"Mereka (TKI), bekerja menjadi asisten perawat dan careworker selama 3 tahun. Mereka menerima gaji antara 175.000 yen sampai 250.000 yen," kata Nusron

Mereka, lanjut Nusron, kemudian dikasih tiga kali kesempatan untuk ujian nasional bagi perawat (nurse), dan satu kali kesempatan bagi  careworker .

 Dari hasil ujian nasional itu hasilnya di luar dugaan, untuk  careworker ratio lulusannya 65,7 persen, padahal rasio  careworker Jepang rationya hanya 61,2 persen.

"Namun untuk yang nurse belum bisa menyamai orang Jepang," katanya.

Managing Director Japan International Corporation Welfare Employment and Labor (JICWEL) Takashi Tsunoda, saat bertemu Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, dari survei yang mereka lakukan, 93 persen  careworker Indonesia dikenal rajin, ramah dan sangat memuaskan.

"Rumah sakit, panti lansia dan pasien pun sangat menyukai dengan careworker dari Indonesia, dibandingkan dari Philipina, Vietnam dan bahkan Jepang itu sendiri," katanya.

Bahkan, menurut Takashi Tsunoda, rasio lulusan  careworker Indonesia dalam ujian nasional Jepang melebihi rasio  careworker Jepang, sehingga banyak panti jompo dan lansia Jepang, tertarik dan minat untuk menambah kuota `careworker` dari Indonesia.

Selain berkunjung ke JICWEL, Nusron juga mengunjungi beberapa panti lansia dan rumah sakit yang memperkerjakan perawat dan careworker Indonesia, salah satunya pantai lansia For You Kai.

Septi, careworker lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang baru bekerja 10 bulan mengatakan, secara umum kerja di sini sangat enak.

"Gaji tinggi. Fasilitas enak. Semua serba teknologi. Kita banyak kesempatan belajar secara gratis di Jepang," katanya.

Menurut dia, kalau sudah lulus ujian nasional di Jepang gajinya juga bisa naik sebanyak dua kali lipat.(Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home