Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:59 WIB | Jumat, 27 September 2019

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya: Pemerintah Sterilisasi 500 Perlintasan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (paling kanan) menyaksikan penandatanganan kerja sama proyek The Java Northline Upgrading Project, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: setkab.go.id/Humas Kemenhub)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Guna mendukung proyek The Java Northline Upgrading Project yang akan mengembangkan jalur kereta api semicepat Jakarta-Surabaya, kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Jepang, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan melakukan sterilisasi 500 perlintasan jalan dan kereta.

“Kami ditugasi untuk memperbaiki atau mensterilkan kurang lebih sekitar 500 perlintasan sebidang, dengan jalan raya di sepanjang perlintasan rel kereta semi cepat Jakarta-Surabaya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama pembangunan kereta api semicepat Jakarta-Surabaya, di Jakarta, beberapa waktu lalu, dilansir seperti situs pu.go.id, pada Jumat (27/9).

Kementerian PUPR, kata Basuki, akan membangun flyover dan underpass hingga jembatan penyeberangan orang (JPO), termasuk perbaikan jalan lingkungan di sekitarnya, dengan menggunakan teknologi dan produk dalam negeri. Penggunaan produk lokal digunakan karena lebih hemat dalam biaya pengerjaan dan lebih cepat waktu penyelesaiannya.

“Misalnya pembangunan Flyover Antapani yang menggunakan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP), terbukti bisa menghemat 40 persen dibandingkan beton biasa dan lebih cepat selesai 6 bulan. Produk lokal lain yang akan digunakan yakni precast concrete girder, yang diproduksi oleh pengusaha lokal. Jadi nanti akan banyak produk dalam negeri yang akan kita manfaatkan,” kata Basuki.

Menurut Menteri PUPR itu, pengerjaan underpass, flyover, dan JPO akan dimulai tahun 2020, setelah Feasibility Study (FS) kereta semicepat diselesaikan pihak Jepang.

Direncanakan pembangunan flyover akan diterapkan pada perlintasan sebidang di wilayah perkotaan dan untuk wilayah perdesaan underpass.

“Setelah studi ini selesai kita mulai konstruksi fisik selama mungkin 2-3 tahun. Konektivitas di Pulau Jawa akan menjadi lebih lancar karena Merak, Jakarta, Demak, Semarang, Kudus hingga Surabaya sudah tersambung, termasuk juga nanti dari Cileunyi, Garut , Tasik, kemudian Cilacap, Jogja dan Solo. Semua kita hubungkan. Sekarang saja dengan kondisi tersambungnya Tol Trans Jawa sudah mengubah perilaku dunia usaha dan masyarakat,” kata Menteri Basuki.

Investasi Rp60 Triliun

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan kereta semicepat.

Ia menegaskab, proyek ini merupakan suatu lompatan bagi layanan perkeretaapian di Indonesia. Menhub memperkirakan nilai investasi pembangunan kereta semicepat Jakarta-Surabaya sebesar Rp60 triliun, dengan perincian biaya pembangunan berasal dari JICA (Jepang), dan biaya pembebasan lahan dari Pemerintah Indonesia.

Pemerintah menargetkan kereta tersebut dapat beroperasi hingga Cirebon pada 2024, dan beroperasi menyeluruh hingga Surabaya pada 2025.

“Kami berharap waktu tempuh Jakarta-Surabaya menjadi 5,5 jam atau berkurang 3,5 jam dari saat ini,” kata Menhub. Survei pembangunan kereta semi cepat sudah berjalan sejak bulan Juni 2019, dan direncakan selesai Oktober 2020. Sementara kajian pembangunannya telah dilakukan Pemerintah Indonesia dengan tim konsultan JICA sejak tahun 2017.

 

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home