Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 12:40 WIB | Sabtu, 06 Januari 2018

Ketaatan adalah Tanda Kasih

Dan Yesus membuktikan kasih-Nya kepada Bapa melalui peristiwa baptisan itu.
Yesus dibaptis Yohanes (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Demikianlah suara yang terdengar setelah peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes (Mrk. 1:9-11). Dalam BIMK tertera: ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi. Engkau menyenangkan hati-Ku.” Inilah kesaksian Allah Bapa mengenai Sang Anak. Lalu, apakah arti kesaksian ini?

Dalam catatan Markus sebelumnya, Yohanes Pembaptis telah memberikan kesaksian tentang Sang Anak: ”Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripada aku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus” (Mrk. 1:7-8).

Yohanes menyatakan bahwa Sang Anak lebih berkuasa dari dirinya, bahkan, secara harfiah, untuk tunduk dan membuka tali kasut Yesus, Yohanes merasa tidak layak. Secara simbolis, membuka tali kasut dan memberikan kepada orang lain merupakan cara orang Israel menguatkan suatu perkara, seperti meterai pada zaman sekarang. Ini jugalah yang terjadi ketika Boaz mendapatkan Naomi sebagai istri (Rut 4:7).

Tetapi, itulah menariknya, Yesus bersikukuh untuk memohon dibaptis oleh Yohanes. Alasan Yesus, dicatat dalam Injil lain, ”Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat. 3:15). Bagi Yesus baptisan itu merupakan hal yang harus dilakukan dalam rangka memenuhi kehendak Bapa-Nya.

Ketaatan adalah tanda kasih. Dan Yesus membuktikan kasih-Nya kepada Bapa melalui peristiwa baptisan itu. Ketaatan terhadap Bapa meneguhkan Dia untuk minta  dibaptis. Kemungkinan besar, inilah jugalah alasan utama Sang Bapa bersaksi, ”Engkau menyenangkan hati-Ku!”

Bagaimana dengan kita—yang bangga dengan predikat ”anak-anak Allah”? Sekali lagi, ketaatan adalah tanda kasih!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home