Google+
Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:59 WIB | Selasa, 28 Agustus 2018

Kevin/Marcus Persembahkan Emas ke-24 untuk Indonesia

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (depan) dan Marcus Fernaldi Gideon (belakang. ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah/tom/18. (INASGOC/NAFIELAH MAHMUDAH)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pasangan bulutangkis Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mempersembahkan medali emas ke-24 Asian Games XVIII tahun 2018, setelah dalam pertandingan nomor ganda putra perorangan mematahkan perlawasan sengit rekan senegaranya pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 13-21, 21-18, 24-22.

Pertarungan sesama pasangan bulutangkis Indonesia itu memuaskan ribuan penonton yang memenuhi Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (28/8) sore. Kedua pasangan bermain ngotot, dan menunjukkan kelas masing-masing.

Semula banyak yang menduga pertarungan antara Kevin Sanjaya/Marcus Gideon melawan Fajar/Rian itu akan dengan mudah dimenangkan oleh Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang lebih senior dari Fajar/Rian. Namun di luar dugaan, pada set pertama Fajar/Rian mengakhiri pertarungan dengan muda 13-21.

Pada set kedua Kevin/Marcus bangkit. Meski sempat tertinggal hingga kedudukan 6-4, Kevin/Marcus terus melaju dan unggul jauh 16-13 di set ini. Setelah sempat berupaya memperkecil ketinggalan, Fajar/Rian akhirnya menyerah dengan 21-18 pada set kedua itu.

Pertarungan di set ketiga menjadi pertarungan yang menegangkan, tidak hanya bagi kedua pasangan, tapi juga bagi penonton yang memenuhi Istora GBK. Pasangan Kevin/Marcus yang sempat tertinggal 11-16 dan berulang kali tertinggal dalam deuce, melakukan perlawanan sengit atas Fajar/Rian yang beberapa kali memimpin. Hingga akhirnya di set ketiga ini Kevin/Marcus menang 24-22.

Dengan demikian, Kevin/Marcus mendapatkan medali emas, dan perak diraih pasangan Fajar/Rian. Tambahan medali dari kedua pasangan ini menjadikan jumlah medali yang diraih kontingen Indonesia hingga berita ini ditulis adalah 24 emas, 18 perak, dan 28 perunggu. Peringkat Indonesia juga masih berada di posisi nomor 4 dalam perolehan medali Asian Games XVIII tahun 2018 itu. 

Bonus Jadi PNS

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)  Imam Nahrawi memastikan selain bonus medali emas Asian Games sebesar Rp1.5 miliar, pemerintah juga akan memberikan bonus kepada peraih medali perak, perunggu hingga pelatih dan asisten pelatih.

“Bukan hanya uang, jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan rumah untuk peraih semua medali juga sudah disiapkan,” kata Menpora dalam konferensi pers di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (27/8) sore.

Menpora memastikan, bonus tersebut akan dibagikan setelah penyelenggaraan Asian Para Games, karena pemerintah juga menjanjikan bonus yang sama untuk peraih medali pada Asian Para Games.

Mengenai besaran bonus itu, Menpora Imam Nahrawi menjelaskan, bagi peraih emas nomor single akan diberikan Rp1 miliar, sedangkan untuk peraih emas dari nomor double masing-masing mendapatkan Rp1 miliar, dan untuk beregu masing-masing akan mendapatkan Rp800-900 juta.

Mengenai kapan dibagikan, Menpora menegaskan akan dilakukan setelah Asian Para Games yang akan digelar di Jakarta 6-13 Oktober selesai, karena bonusnya sama.

“Jadi harus kita hitung dengan detail. Dan semua bonus akan diserahkan ke rekening masing-masing atlet tanpa dipotong pajak,” kata Menpora .

Pemerintah, lanjut Menpora, juga menyiapkan bonus bagi pelatih dan asisten pelatih. Begitu pula bonus untuk peraih perak dan perunggu, angkanya lebih besar dari Asian Games 2014 Incheon.

“Bonus PNS juga akan diberikan kepada peraih emas, perak, dan perunggu. Dan rumah yang disiapkan oleh Kementerian PU PR. Ini belum dari pihak swasta,” tambah Menpora.

Untuk besaran nominal bonus bagi cabang olahraga beregu, Menpora Imam Nahrawi mengaku masih membutuhkan waktu untuk merincinya. Imam juga menjanjikan bonus bagi cabang olahraga yang melampaui target.

“Bonus angka dan persentase ketika bicara tim maka satu sama lain berbeda. Misalnya, jumlah tim voli akan berbeda dengan kano/kayak atau perahu naga, juga berbeda dengan tim sepakbola. Masing-masing ada hitungannya, termasuk pelatih dan asisten pelatih. Selain itu, kami siapkan bonus bagi cabang olahraga yang melampaui target. Itu sebagai apresiasi kami,” tegas Menpora. (Setkab)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home