Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Martha Lusiana 16:03 WIB | Jumat, 17 Juli 2015

Khotib Muhamudin: Bulan Ramadan, Pendidikan Agung Allah

Khotib Muhamudin: Bulan Ramadan, Pendidikan Agung Allah
Pada hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah, Khotib Mahmudin Buyamin memberikan ceramah di hadapan ratusan umat di Lapangan Saburai, Enggal, Kota Bandar Lampung, Jumat (17/7) pagi. (Foto: Martha Lusiana)
Khotib Muhamudin: Bulan Ramadan, Pendidikan Agung Allah
Tampak hadir pula Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo (kedua kanan), Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri (kedua kiri), dan Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Lampung, Suhaili (kiri). (Foto: Martha Lusiana)
Khotib Muhamudin: Bulan Ramadan, Pendidikan Agung Allah
Istri Gubernur Lampung, Aprilani Yustin Ficardo (keempat kanan) saat mengikuti salat Idul Fitri di Lapangan Saburai, Kota Bandar Lampung, Jumat (17/7) pagi.
Khotib Muhamudin: Bulan Ramadan, Pendidikan Agung Allah
Ratusan umat berkumpul untuk menjalankan ibadah salat Idul Fitri di Lapangan Saburai, Kota Bandar Lampung, Jumat (17/7).

BANDAR LAMPUNG, SATUHARAPAN.COM – Muhamudin Buyamin menyampaikan perenungan mengenai evaluasi pasca Ramadan saat salat Idul Fitri 1436 Hijriah, di Lapangan Saburai, Enggal, Kota Bandar Lampung, Jumat (17/7) pagi. Ia mengatakan, bulan Ramadan adalah sebuah pendidikan yang agung dari Tuhan untuk umat-Nya.

“Di tengah-tengah gemuruh takbir pada pagi hari ini, jiwa kita bergetar, diliputi rasa syukur dan gembira yang tiada tara karena telah menyelesaikan pendidikan yang agung selama satu bulan penuh, yaitu puasa Ramadan,” ujar Muhamudin di hadapan ratusan umat.

Namun, di saat yang sama, ia juga mengingatkan bahwa selama kiamat belum tiba dan kehidupan dunia belum berakhir, manusia masih bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan. “Tetapi apakah kita di tahun depan masih dipertemukan dengan Ramadan? Wallahu A’lam,” kata Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung itu.

“Berbahagialah hamba Allah pada hari ini yang merayakan Hari Kemenangan. Sebaliknya, orang alangkah sedih dan menangisnya, orang-orang yang bisa bertemu dengan Ramadan namun dosa-dosa mereka belum diampuni. Bulan Ramadan merupakan bulan kasih sayang dan bulan penuh rahmat dan hidayah Allah namun mereka belum mendapat hidayah Allah,” ujar Khotib.

“Akan tetapi, mereka pun pada hari ini ikut merayakan Hari Kemanangan, berpakaian baru, tertawa gembira, sementara hati kecil mereka meronta karena sesungguhnya tidak berhak merayakan kemenangan,” kata dia melanjutkan perenungan.

Ia menjelaskan bahwa Idul Fitru merupakan perayaan wisuda bagi orang-orang beriman dengan mendapatkan gelar tertinggi, yaitu muttaqin (artinya: orang-orang bertaqwa).

“Gelar ini merupakan penghargaan yang sangat mulia dari Allah untuk seorang hamba yang taat  kepada-Nya, terutama bagi orang-orang beriman yang telah mengikuti pendidikan Ramadan satu bulan penuh,” ujar Mahmudin.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, bersama istri, Aprilani Yustin Ficardo, beserta Wakil Gubernur Lampung, Bactiar Basri, dan jajaran pemerintah daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home