Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:08 WIB | Selasa, 17 Mei 2016

Kiat Memanaskan Makanan Agar Sehat

Ilustrasi memasak dengan suhu tinggi dan mengaduknya agar membunuh sebagian besar bakteri penyebab keracunan. (Foto: chicken.org.au)

SATUHARAPAN.COM – Memanaskan makanan yang di bawa pulang, tampaknya seperti ide yang baik di hari-hari yang sibuk, tetapi banyak dari kita mengetahui bahwa itu bisa berbahaya.

Sekitar satu juta orang di Inggris menderita keracunan makanan setiap tahun, dan sering itu terjadi karena kita tidak melakukan sejumlah langkah kecil ini.

Dalam program TV Trust Me I’m a Doctor, Michael Mosley menggunakan kamera termal, untuk menganalisis apakah memanaskan makanan yang dibungkus dari restoran itu aman atau tidak.

Seperti dijelaskan oleh Mosley, trik untuk memanaskan makanan adalah sampai 82°C, untuk memastikan bahwa Anda dapat membunuh bakteri yang berbahaya.

Itu lebih mudah dikatakan dibandingkan dilakukan, ketika di bagian luar tampak sudah dihangatkan, di dalam bisa jadi masih dingin menjadi tempat bagi bakteri hidup.

Karena itu penting untuk mengaduk, agar seluruh makanan dapat dihangatkan.

Salah satu makanan yang sangat populer untuk dibawa pulang, dapat menjadi tuan rumah binatang kecil yang disebut, Bacillus cereus. Bacillus cereus adalah jenis bakteri yang menghasilkan racun. Racun ini dapat menyebabkan dua jenis penyakit yaitu yang ditandai dengan diare, dan satunya adalah mual dan muntah. Sumber adanya bakteri ini dari berbagai makanan, terutama beras dan sisa makanan, serta saus, sup, dan makanan olahan lainnya yang disimpan terlalu lama pada suhu kamar.

Setiap makanan yang menjadi dingin, seperti menawarkan peluang bagi bakteri berbahaya untuk berkembang lebih banyak, sehingga sulit untuk membunuh mereka lagi, ketika Anda memanaskannya di oven atau microwave.

Terutama untuk nasi, yang merupakan salah satu makanan utama yang paling diminati, yang dapat menjadi tuan rumah binatang kecil yang disebut Bacillus cereus.

Ketika berada di dalam makanan, bakteri memproduksi racun yang dapat memicu diare dan muntah-muntah.

Sayangnya, racun-racun ini 'stabil dalam panas,' artinya meski Anda memanaskan nasi hingga titik yang dapat membunuh bakteri, racun-racun ini akan bertahan, dan Anda akan segera menderita dampak dari menelan racun-racun ini.

Jika Anda memang ingin menyimpan makanan sisa, Anda harus segera mendinginkan nasi, sebelum bakteri mulai mengeluarkan racun-racun, dan masukkan kulkas dalam rentang satu jam setelah dimasak. “Jika tidak, Anda benar-benar ‘bermain rolet’ Rusia dengan usus Anda,” kata Mosley. 

Jangan panaskan makanan dalam wadah styrofoam atau kemasan sekali pakai, karena banyak bahan kimia yang digunakan dalam produk ini, dapat larut ke dalam makanan Anda.

Hindari memanaskan makanan berkali-kali karena ini meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan di “zona bahaya” dan meningkatkan risiko makanan ditanggung penyakit.

Selain mencegah makanan ditanggung penyakit, Anda akan ingin melakukan yang terbaik untuk mempertahankan rasa dan tekstur makanan yang Anda panaskan.(bbc.com/dartagnan.com)

Editor : Bayu Probo

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home