Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 20:25 WIB | Rabu, 10 April 2019

Komite WCC Terus Serukan Pembebasan Uskup Agung Aleppo yang Diculik

Dewan Gereja Dunia perbarui seruan pembebasan dua metropolitan Aleppo, Yang Mulia Boulos (Yazigi) dari Patriark Ortodoks Yunani Antiokhia dan Wilayah Timur (kiri), serta Yang Mulia Mor Youhanna Gregorios (Ibrahim) dari Patriarkat Orthodoks Suriah dari Antiokhia dan Wilayah Timur (kanan), yang diculik pada bulan April 2013 dan hingga kini belum diketahui keberadaan mereka. (Foto" Orthodoxy Cognate Page)

SATUHARAPAN.COM – Komite Tetap Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC) untuk Konsensus dan Kolaborasi mengeluarkan sebuah komunike pada 9 April, yang menyerukan pembebasan dua metropolitan Aleppo, Yang Mulia Boulos (Yazigi) dari Patriark Ortodoks Yunani Antiokhia dan Wilayah Timur, serta Yang Mulia Mor Youhanna Gregorios (Ibrahim) dari Patriarkat Orthodox Suriah dari Antiokhia dan Wilayah Timur.

Komite tersebut, dengan mandat untuk melanjutkan otoritas dan keprihatinan Komisi Khusus untuk Partisipasi Ortodoks di WCC, bertemu di St John Institut Teologi Damaskus, Universitas Balamand di Lebanon.

Komunike mengekspresikan solidaritas gereja-gereja Ortodoks di Suriah dan Lebanon yang masih terpukul atas penculikan dua metropolitan itu, pada bulan April 2013.

“Pada tahun-tahun sejak penculikan mereka, Dewan Gereja Dunia telah menyatakan keprihatinannya dan menyerukan pembebasan dua uskup agung Aleppo itu,” kata komunike itu. “Masih belum ada kabar tentang keberadaan dan kondisi kedua uskup agung ini.”

Panitia bertemu mulai 5-10 April tak jauh dari lokasi penculikan itu, di tempat Yang Mulia Boulos menjabat sebagai dekan St John of Damascus Theological Institute. Panitia mengenang pelayanan kedua uskup itu untuk komunitas mereka dan gerakan ekumenis.

“Secara khusus, Yang Mulia Metropolitan Boulos membantu memperkuat tempat ini sebagai fondasi bagi teologi Ortodoks dan spiritualitas Antiokhia, memperkuat kehadiran Orthodoksi tidak hanya untuk Antiokhia tetapi juga di seluruh kawasan Timur,” bunyi komunike itu.

“Melalui murid-muridnya, lembaga ini terus memperluas suara Ortodoks di seluruh dunia.”

Komunike menambahkan: “Kedua uskup agung itu menunjukkan kasih Kristus bagi semua orang tanpa kecuali, dan dianggap sebagai pemimpin spiritual Ortodoks. Komite Tetap meminta semua terus berdoa untuk kembalinya para uskup agung itu ke gereja-gereja mereka, komunitas mereka, dan keluarga mereka dengan aman, sebagai tanda harapan bagi semua orang Kristen di Suriah dan wilayah tersebut.” (oikoumene.org)

Editor : Sotyati

Back to Home