Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:59 WIB | Selasa, 22 September 2020

Komitmen AS pada UEA: Tidak Akui Aneksasi Israel Atas Wilayah Palestina

Penasihat senior presiden AS, Jared Kushner, Menteri Keuangan, Steven Mnuchin dan Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien, bertepuk tangan untuk Presiden AS, Donald Trump, setelah dia mengumumkan kesepakatan antara Uni Emirat Arab UEA) dan Israel untuk menormalkan hubungan diplomatik, di Gedung Putih, pada 13 Agustus 2020. (Foto: dok. AFP)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM-Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan komitmen pada Uni Emirat Arab (UEA) bahwa Washington tidak akan mengakui aneksasi Israel atas beberapa bagian Tepi Barat hingga 2024 paling awal, menurut laporan The Times of Israel, mengutip sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut.

Janji tersebut dibuat dalam negosiasi tentang normalisasi hubungan antara Israel dan UEA yang diprakarsai oleh Trump. Hal itu diumumkan pada 13 Agustus bahwa UEA dan Israel telah sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik penuh sebagai bagian dari kesepakatan untuk menghentikan aneksasi tanah yang diduduki yang diupayakan Palestina untuk negara masa depan mereka.

Pengumuman tersebut menjadikan UEA negara Teluk Arab pertama yang melakukannya, dan negara Arab ketiga yang memiliki hubungan diplomatik aktif dengan Israel.

Kesepakatan Israel-UEA akan ditandatangani pada Selasa (15/9) di Gedung Putih. Sementara pada hari Jumat (11/9), Bahrain mengikuti jejak UEA dalam mencapai kesepakatan untuk menormalkan hubungan dengan Israel. 

Lebih Menuntut Jaminan AS, bukan Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya berjanji untuk menganeksasi sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki, tetapi rencana itu secara resmi ditangguhkan sebagai bagian dari perjanjian normalisasi dengan UEA.

Namun, kedua belah pihak belum secara resmi memberikan kerangka waktu yang tepat untuk berapa lama masalah pencaplokan telah "dihapus." Menurut tiga sumber yang mengetahui langsung tentang negosiasi normalisasi, pejabat Emirat, yang dipimpin oleh Duta Besar UEA untuk AS, Yousef Al Otaiba, berfokus pada upaya mencari jaminan dari AS, bukan Israel, tentang masalah tersebut, kata surat kabar Israel itu.

UEA tidak tertarik dengan komitmen Israel untuk membekukan aneksasi, kata sumber tersebut, karena mereka memahami bahwa Netanyahu tidak akan bergerak tanpa dukungan AS; dan Perdana Menteri Israel selama berbulan-bulan telah mengatakan sendiri hal itu.

Sebaliknya, prioritas utama UEA selama negosiasi adalah menerima komitmen dari AS bahwa mereka akan menahan dukungannya untuk aneksasi jika Netanyahu sekali lagi mulai berjanji untuk segera melaksanakannya, kata sumber tersebut.

Menunda Hingga 2024

Negosiator administrasi Trump, yang dipimpin oleh penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, setuju untuk menetapkan jadwal yang konsisten dengan yang ditetapkan untuk Palestina dalam rencana perdamaian Trump, kata sumber tersebut.

Rencana "Damai untuk Kemakmuran" Administrasi Trump yang diluncurkan pada Januari 2020 memberi Otoritas Palestina “jendela” empat tahun untuk terlibat dengan rencana perdamaian, di mana Israel dilarang memperluas ke daerah-daerah yang diperuntukkan di bawah rencana negara Palestina di masa depan.

UEA menerima komitmen dari Washington bahwa mereka akan menunda memberikan restunya untuk aneksasi Israel berdasarkan kerangka waktu yang sama, yaitu hingga Januari 2024.

Gedung Putih menolak berkomentar untuk berita ini, seperti yang dilakukan pejabat UEA di Washington dan New York, kata The Times of Israel.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home