Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 10:51 WIB | Minggu, 10 Mei 2015

Kondisi Suaka Margasatwa Muara Angke Memprihatinkan

Kondisi Suaka Margasatwa Muara Angke Memprihatinkan
Kawasan konservasi Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) yang terletak di Jakarta Utara kondisinya memprihatinkan, Sabtu (9/5). Hal itu terlihat pada kondisi jalur akses masuk kawasan yang terbuat dari papan kayu (board walk) hancur dan banyak yang rusak akibat dimakan usia. Kawasan hutan alami seluas 25,02 hektare tersebut merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi keragaman hayati yang sangat kaya yang masih tersisa di Jakarta. (Foto-foto: Dedy Istanto)
Kondisi Suaka Margasatwa Muara Angke Memprihatinkan
Wabah tanaman eceng gondok menutupi seluruh areal danau, salah satu ekosistem di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke terlihat pada Sabtu (9/5) kemarin.
Kondisi Suaka Margasatwa Muara Angke Memprihatinkan
Tanaman eceng gondok yang menutupi danau menjadi salah satu faktor masalah karena telah menutupi sirkulasi ekosistem makhluk hidup yang berada di dalam danau.
Kondisi Suaka Margasatwa Muara Angke Memprihatinkan
Kondisi papan jalur (board walk) sebagai akses masuk ke lokasi kawasan yang rusak dan bolong membahayakan bagi para pengunjung yang ingin menikmati hutan alami yang tersisa di Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kondisi kawasan konservasi Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) makin memprihatinkan. Kawasan seluas 25,02 hektare di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta tersebut mengalami banyak kerusakan. Salah satunya fasilitas akses masuk yang terbuat dari kayu papan (board walk) sebagai jalur akses pintu masuk menuju kawasan dan juga bangunan pos yang digunakan sebagai sebagai pusat informasi.

Jalur masuk menuju kawasan yang terbuat dari papan kayu pada Sabtu (9/5) terlihat sudah banyak yang bolong akibat keropos dan rusak. Sementara pagar pembatas yang berada di sisi kanan dan kiri juga terlihat sudah patah dan dapat membahayakan bagi para pengunjung.

Tidak hanya itu, wabah tanaman eceng gondok juga terlihat memenuhi seluruh danau yang berada di dalam kawasan. Danau merupakan eksositem di kawasan tersebut berfungsi sebagai salah satu sumber makanan bagi jenis flora dan fauna yang tinggal di kawasan tersebut.

SMMA merupakan salah satu hutan alami yang tersisa di Jakarta. Berbagai potensi keragaman hayati yang ada di kawasan tersebut menjadi nilai penting kawasan tersebut haruslah tetap terjaga. Kawasan yang dipenuhi dengan hutan mangrove ini setidaknya di hinggapi oleh sekitar seratus lebih jenis burung, kemudian 16 jenis reptil, tujuh jenis mamalia, enam jenis amfibi, delapan jenis ikan, dan lima jenis mangrove.

Jakarta yang belum mencapai target ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen harusnya mulai melakukan upaya dalam mencapai angka tersebut. SMMA yang menjadi salah satu kawasan yang dilindungi bisa menjadi salah satu obyek khususnya bagi para peneliti maupun pelajar yang ingin belajar mengenal potensi yang berada di kawasan tersebut.

Editor : Bayu Probo

Back to Home