Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 14:30 WIB | Kamis, 03 Desember 2015

Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2015 Digelar

Suasana Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) 2015. (Foto: @KPK_RI)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) yang pertama kali digelar pada 2006, kembali digelar tahun ini, sebagai rangkaian Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Tema yang diangkat KNPK 2015 adalah “Evaluasi dan Konsodilasi Seluruh Elemen Bangsa dalam Pemberantasan Korupsi”. KNPK 2015 yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berlangsung hari Kamis (3/11), di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta.

Ketua KPK sementara, Taufiequrachman Ruki, seperti dibaca dari akun Twitter KPK, membuka acara KNPK 2015.

“KNPK 2015 merupakan KNPK ke-10. Forum ini adalah dalam rangka mensinergikan kementerian atau lembaga untuk bersama dalam memberantas korupsi. KNPK merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat. Oleh karena itu, KNPK 2015 diadakan di gedung MPR/DPR yang merupakan gedung rakyat. Kita tentunya perlu bersinergi untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi. Semoga KNPK 2015 dapat menjadi momentum bersama untuk menjadikan Indonesia bersih dan bermartabat,” kata Ruki.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, hadir dalam Acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2015, dan memberikan sambutannya.

“Kita hadir disini untuk satu tekad, yaitu memakmurkan negeri ini dengan adil. Korupsi selalu digambarkan sebagai suatu gejala gunung es yang harus ditangani dengan sangat serius. Di Indonesia, sudah sembilan menteri masuk penjara, 19 gubernur masuk penjara, dan 44 anggota DPR masuk penjara. Mari kita bekerja bersama-sama dalam memberantas dan mencegah korupsi di negeri kita, karena semua sektor bertanggung jawab untuk memberantas korupsi,” ujar Jusuf Kalla.

Menurutnya, korupsi diawali dengan keserakahan. Karena itu, gaya hidup dan keimanan harus diperbaiki.

Jusuf Kalla juga berharap selain dengan kesadaran masyarakat, tentunya KPK, kepolisian, dan kejaksaan, harus bekerja secara optimal untuk menangani dan mencegah korupsi.

Unsur pencegahan dan pendidikan sangat penting dalam penanganan korupsi.

Setelah prosesi pemukulan gong yang menandakan acara KNPK 2015 resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan sesi pleno satu bersama Ketua MA, Artidjo Alkostar, Ketua DPD RI, Irman Gusman, Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan, Edi Mulyadi, dan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Sesi pleno dua bersama Menkopolhukam, Luhut Panjaitan, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad. Sesi pleno tiga bersama komisioner KPK, Zulkarnain, Kapolri, Badrodin Haiti, dan Jaksa Agung Muda Intelijen, Adi Toegarisman. (feb)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home