Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 12:44 WIB | Senin, 07 Januari 2019

Kopi Pinggir Kali, Gerakan Menumbuhkan Kesadaran Jaga Ciliwung

Kopi Pinggir Kali digelar di bawah jembatan Jalan Jalak Harupat, RW 06 Kelurahan Sempur, Sabtu (5/1/2019) sebagai kegiatan peduli sungai dan ekosistemnya, hasil kolaborasi antara komunitas, warga, dan pemerintah. (Foto: kotabogor.go.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Wali Kota Bogor Bima Arya mengapresiasi gerakan bertajuk Kopi Pinggir Kali, yang digelar di bawah jembatan Jalan Jalak Harupat, RW 06 Kelurahan Sempur, Sabtu (5/1/2019). Kegiatan peduli sungai dan ekosistemnya itu merupakan hasil kolaborasi antara komunitas, warga, dan pemerintah.

Dalam aktivitasnya, selain ngopi bersama, mereka juga tampak melakukan aktivitas membersihkan Sungai Ciliwung dari sampah hingga mempercantik kawasan tersebut dengan berbagai ornamen unik sehingga instagramable. Terakhir acara juga ditutup oleh talkshow yang menghadirkan narasumber Camat Bogor Tengah Agustiansyach dan Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Een Iriawan, dan Lurah Sempur Rena Da Frina.

Menurut Bima, apa yang dilakukan di Kopi Pinggir Kali ini menunjukan bahwa Pemkot Bogor serius melakukan naturalisasi Sungai Ciliwung. “Ada tiga jurus dalam melakukan naturalisasi Ciliwung, yakni tidak boleh berhenti, tidak bisa sendiri, dan harus selalu berkreasi,” kata Bima, seperti dilansir situs resmi kotabogor.go.id.

Ia menjelaskan tiga jurus yang dimaksud. Pertama, tidak boleh berhenti adalah harus konsisten dan berlanjut terus-menerus. Kedua, tidak bisa sendiri karena harus berkolaborasi seperti apa yang ditunjukkan pada kesempatan tersebut, yang melibatkan warga, komunitas, media, kampus, perusahaan, dan pemerintah.

“Ketiga, harus selalu berkreasi supaya menarik,” katanya sambil mencontohkan kehadiran barista, musik, kesempatan berfoto-foto, dan lain sebagainya, “Insya Allah kalau tiga jurus ini dijalankan akan berhasil mencapai tiga target kita, yakni kualitas hidup warga, mencegah banjir, dan membangun kawasan wisata air dan kampung tematik yang terpadu.”

Penebaran Bibit Ikan Lokal

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penebaran 5.000 bibit ikan air tawar yang biasa menghiasi Sungai Ciliwung, namun hampir punah. Penebaran bibit ikan tersebut diinisiasi Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Bibit yang dilepas adalah ikan kancra atau tor soro dan ikan nilem. Kita ingin mengusung ikan lokal Indonesia, khususnya Bogor sudah berhasil mengembangkan ikan tor soro sebagai ikan lokal asli Indonesia. Ikan tersebut berhasil dikembangkan di Balai Penelitian yang kami miliki di Sempur,” ujar Kepala Bidang Riset Perikanan Budidaya BRSDMKP, Agus Cahyadi.

Pelepasan benih ikan tersebut bagian dari program restocking yang dilakukan pihaknya sebagai upaya penambahan ketersediaan ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum, pada perairan yang dianggap telah mengalami penurunan stock akibat tingkat pemanfaatan yang berlebihan. Tujuan restocking juga selain menambah stock ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi, juga bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang.

“Ikan ini hampir punah. Ini kegiatan yang sangat baik menurut kami. Kami ingin melihat sungai ini menjadi media terbaik mengembalikan marwah Ciliwung ke asalnya. Jadi, di mana ikan tor soro ini sebagai indikator, kalau ikannya sehat dan tumbuh, berarti sungainya bersih,” ia menjelaskan.

Di tempat yang sama, salah seorang inisiator Kopi Pinggir Kali, Umar Haris mengatakan tujuan akhir dari aktivitas tersebut adalah ingin menciptakan Sungai Ciliwung nyaman dan memiliki nilai ekonomi untuk warga sekitar dengan menjadikan kawasan ekowisata.

“Tapi harus ada proses yang dilalui di awal-awal, bahwa harus kalinya bersih dulu. Gimana caranya? Kebiasaan kita kalau nyuruh masyarakat gotong royong, kan agak males. Jadi, kita kemas sambil ngopi dulu. Abis ngopi bersih-bersih. Setelah itu, baru deh kita meningkat ke hal yang lain,” ujar Umar.

Ia menambahkan, problem terberat dalam mewujudkan Ciliwung yang bersih adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat. “Semoga Kopi Pinggir Kali di Sempur ini menjadi pilot project yang bisa diterapkan di kelurahan lain yang dilintasi aliran Ciliwung. Harus dibenahi pelan-pelan, seiring sejalan berharap tumbuh kesadaran masyarakat,” katanya.

Editor : Sotyati

Back to Home