Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 06:35 WIB | Senin, 14 Oktober 2019

Korban Topan Hagibis Jadi 31 Meninggal

Warga lokal mendapat pertolongan dari Pasukan Bela Diri Jepang saat pemukiman mereka terendam banjir disebabkan oleh Topan Hagibis di Kakuda, perfektur Miyagi, Jepang, Minggu (13/10/2019). (Foto: Reuters)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM - Jepang mengerahkan puluhan ribu tentara dan pekerja pertolongan pada Minggu (13/10) untuk menyelamatkan para warga yang terkena dampak dan mengatasi banjir akibat salah satu topan terburuk yang melanda negara itu dalam sejarah terkini.

Sebanyak 31 orang tersebar di berbagai prefektur Miyagi, Fukushima, Kanagawa, Tochigi, Gunma, Saitama, Iwate, Nagano, Ibaraki, Chiba dan Shizuoka dilaporkan meninggal dalam musibah tersebut dan topan itu sempat melumpuhkan Tokyo.

Media publik NHK melaporkan 14 orang hilang 186 cedera sementara Topan Hagibis menyebabkan banjir di wilayah-wilayah darat yang rendah di bagian tengah dan timur Jepang dan memutus aliran listrik ke hampir setengah juta rumah.

Pembatasan pendaratan pesawat di Bandar Udara Narita, Tokyo, dan Haneda sudah dicabut tetapi lebih 800 penerbangan dibatalkan pada hari itu.

NHK melaporkan sebagian layanan kereta cepat Shinkansen juga dibatalkan ke kawasan-kawasan yang paling parah terkena dampak topan.

Pihak berwenang mencabut peringatan-peringatan hujan bagi kawasan Kanto di sekitar Tokyo, tempat toko-toko dibuka kembali dan banyak lintasan kereta beroperasi kembali tetapi mereka memperingatkan air di sungai-sungai di bagian timur Jepang masih berisiko meluap dan menimbulkan kerusakan baru.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengadakan sidang darurat dan menugaskan menteri yang menangani tata kelola bencana ke kawasan-kawasan yang terkena dampak.

"Saya berduka cita atas semua yang meninggal dan menyampaikan simpati kepada semua yang terdampak Topan No.19 (Hagibis)," kata Abe.

"Sebagai akibat dari pemadaman, pemutusan air dan penangguhan layanan transportasi, kami bermaksud bertindak dengan melakukan berbagai upaya untuk pemulihan ... kami meminta masyarakat agar tetap waspada dari tanah longsor dan bahaya-bahaya lain," katanya.

Sebanyak 27.000 anggota pasukan Bela Diri Jepang dan juga petugas pemadam kebakaran, personel polisi dan penjaga pantai dikerahkan untuk menolong orang-orang yang terdampak di Prefektur Nagano, di bagian tengah Jepang, dan tempat lain, kata pemerintah. (antaranews.com/NHK)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home