Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 13:26 WIB | Minggu, 31 Desember 2017

Kota-Kota di Seluruh Dunia Siaga Menjelang Malam Tahun Baru

Kota-Kota di Seluruh Dunia Siaga Menjelang Malam Tahun Baru
Polisi bersenjata berpatroli di di tempat-tempat umum yang ramai di sekitar Westminster. Tindakan pengamanan diperketat menjelang perayaan Malam Tahun Baru di London, 30 Desember 2017. (Foto-foto: VOA)
Kota-Kota di Seluruh Dunia Siaga Menjelang Malam Tahun Baru
Anggota unit kontraterorisme dari Kepolisian New York memonitor keamanan di Times Square menjelang perayaan tahun baru di Manhattan, 29 Desember 2017.
Kota-Kota di Seluruh Dunia Siaga Menjelang Malam Tahun Baru
Para tentara bersenjata berpatroli di tempat umum yang ramai di Colosseum menjelang perayaan Tahun Baru di Roma, 30 Desember 2017.
Kota-Kota di Seluruh Dunia Siaga Menjelang Malam Tahun Baru
Anggota Brimob berjaga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Jakarta, 21 Desember 2017.

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - Ratusan ribu petugas penegak hukum, militer dan keamanan akan ditempatkan di kota-kota di seluruh dunia untuk menjaga keamanan mereka yang bergembira menyambut Tahun Baru 2018.

Di Amerika, pejabat Kota New York mengumumkan akan menerapkan pemeriksaan dua langkah, menempatkan penembak jitu, melakukan penutupan jalan dan menggunakan anjing yang dilatih khusus untuk mengamankan Times Square.

Dua juta orang diperkirakan berkumpul di Times Square untuk detik-detik pergantian tahun yang ditandai dengan turunnya bola.

Di Las Vegas, Nevada, sebanyak 300 tentara Garda Nasional bersama lebih dari 1.500 petugas polisi akan menjaga keamanan kota, khususnya di kawasan yang terkenal dengan sejumlah kasino, resor dan hotel.

Langkah pengamanan guna melindungi massa, yang diperkirakan lebih dari 300.000, akan mencakup penembak jitu yang ditempatkan di atap-atap dan menggandakan jumlah tim tanggap darurat dari tahun-tahun sebelumnya.

Di Amerika Selatan, Rio de Janeiro, polisi Brasil merencanakan 12.000 pasukan keamanan, hampir 20 persen lebih banyak dari pada tahun lalu. Polisi militer menunda cuti petugas keamanan untuk memastikan tersedia cukup polisi yang bertugas.

Sementara itu di London, sejumlah petugas bersenjata dan unit anjing pelacak akan berpatroli di tempat-tempat perayaan dan sistem kereta bawah tanah di kota itu, walaupun polisi kota itu mengatakan tidak ada ancaman khusus.

“Barikade baja dan beton akan mengamankan acara utama yang akan dihadiri sekitar 500.000 orang,” ujar polisi.

Di Jerman, semua kota besar termasuk Berlin, Munchen, Hamburg dan Cologne, menyatakan akan ada peningkatan kehadiran polisi di semua tempat acara perayaan. Mereka menolak mengungkap rincian.

Di Istanbul, polisi menangkap 120 orang yang diduga memiliki hubungan dengan ISIS menjelang perayaan Tahun Baru. Kota itu juga berencana menambah jumlah petugas polisi di jalanan lebih dari dua kali lipat guna mencegah terulangnya serangan tahun lalu ketika seorang laki-laki bersenjata senapan serbu menewaskan 39 orang Turki dan orang asing di klub malam.

Polisi juga telah membatalkan beberapa perayaan publik di distrik-distrik utama kota terbesar di Turki tersebut.

Di Afrika, setelah setidaknya sembilan orang tewas hari Jumat di luar gereja di pinggiran kota Kairo oleh orang bersenjata dengan bersepeda motor, pihak berwenang Mesir meningkatkan keamanan untuk malam Tahun Baru dan Natal Ortodoks.

Dalam upaya mencegah terjadi lagi serangan teroris, Kementerian Dalam Negeri meningkatkan kewaspadaan keamanan ke tingkat maksimum di seluruh negeri. Kementerian itu memerintahkan keamanan ditingkatkan di dekat institusi vital seperti gereja dan kedutaan besar.

Patroli keamanan lebih banyak akan dikerahkan ke jalan-jalan, alun-alun dan daerah-daerah lain di mana perayaan akan diadakan.

Di India, lebih dari 30.000 personil keamanan akan menjaga lokasi perayaan popular di Mumbai. Di Bengaluru, India selatan, di mana terdapat pusat teknologi, pejabat-pejabat berencana mengerahkan lebih 15.000 petugas, serta menggunakan pesawat tanpa awak, kamera keamanan dan unit anjing pelacak.

Satu regu beranggota 500 perempuan polisi, juga akan dikerahkan guna memastikan tidak terulang insiden tahun lalu, ketika beberapa perempuan dilecehkan dan dianiaya di jalan oleh laki-laki yang merayakan malam pergantian tahun.

Di Australia, salah satu tempat pertama datangnya tahun baru, pejabat keamanan siaga menghadapi serangan teror pada Malam Tahun Baru. Pejabat mengatakan petugas polisi akan dikerahkan lengkap di darat, udara dan laut sebagai bagian operasi keamanan terbesar di negara itu.

Lebih dari satu juta orang diperkirakan berkumpul di pusat kota Sydney dan setidaknya setengah dari jumlah itu di Melbourne untuk menyaksikan pertunjukan kembang api. Polisi menyatakan pusat kota Melbourne akan "tertutup" dan tetap ditutup sampai pukul 6 pagi hari pertama tahun baru guna melindungi massa.

Polisi di Melbourne bulan lalu menangkap seorang laki-laki karena berencana menembak orang yang merayakan malam tahun baru. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home