Google+
Loading...
HAM
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:21 WIB | Sabtu, 22 Desember 2018

Kowani: Hari Ibu Indonesia Berbeda dengan Mother's Day

Ilustrasi. Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo. (Foto: Antaranews/Budi Setiawanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan peringatan Hari Ibu di Indonesia yang diperingati pada 22 Desember berbeda dengan di luar negeri.

"Hari Ibu di Indonesia bukan mother's day seperti di luar negeri, tetapi peringatan akan perjuangan perempuan," kata Giwo di Jakarta, Sabtu (22/12).

Dia mengatakan, peringatan Hari Ibu bukan sekadar memperingati ibu sebagai pendidik pertama dan utama. Seharusnya peringatan Hari Ibu untuk mengevaluasi apa yang perempuan perjuangkan untuk kemajuan perempuan, untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan. Termasuk salah satunya, mengevaluasi hak perempuan yang belum terpenuhi.

Sejarah peringatan Hari Ibu sendiri dimulai pada kongres ketiga Kowani pada 1938, yang menetapkan hari lahirnya Kowani sebagai Hari Ibu, yang kemudian ditetapkan dalam keputusan presiden pada 1959.

Menurut dia, masih banyak yang perlu diperjuangkan para perempuan, seperti belum terlindungi dari kekerasan fisik dan psikis.

Giwo juga meminta, agar perempuan juga berperan sebagai Ibu Bangsa. Menurut dia, tugas sebagai ibu bangsa diemban semua perempuan Indonesia. Ibu Bangsa memiliki keteladanan, profesional, mandiri, bermartabat, kreatif, berdaya saing, visioner, berkarakter, berani, menjadi pendidik, pengasuh, pembimbing, sekaligus guru yang pertama dan utama.

"Tidak mudah memang untuk menerjemahkan Ibu Bangsa dalam konteks kehidupan di zaman sekarang. Terlebih di era global yang dimana arus budaya yang terus mendera 'urat nadi budaya' Bangsa Indonesia," kata dia lagi.

Saat ini, Ibu Bangsa memiliki tantangan yang multikompleks, dan harus memiliki banyak bakat serta multitasking. 

Perempuan saat ini, harus diberdayakan karena dengan berdaya dan memiliki kemampuan maka akan dapat menjadi mitra terpercaya, sebagai pilar yang kokoh bagi negara dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. (Antaranews.com)

 

Editor : Sotyati

Back to Home