Google+
Loading...
HAM
Penulis: Dewasasri M Wardani 19:02 WIB | Senin, 02 September 2019

KPAI Tidak Ingin Hentikan Audisi Olahraga

Sejumlah pelajar mengenakan topeng domba saat menggelar aksi #TolakJadiTarget iklan rokok di kawasan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (25/2/2017). (Foto: Antaranews.com/Puspa Perwitasari)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, tidak ingin menghentikan usaha membina bakat lewat audisi olahraga tapi menentang semua jenis kegiatan yang melibatkan anak dengan tujuan tidak baik, kata Komisioner Sitti Hikmawatty.

"Audisi jangan bersifat eksploitasi. Kita ingin melakukan upaya-upaya pencarian bakat dan bibit yang terbaik. Tetapi, ketika itu ditumpangi oleh hal-hal yang tidak baik, kalau tidak ada kompromi lebih baik dihentikan," kata Komisioner Bidang Kesehatan KPAI itu dalam diskusi media yang dilakukan bersama Yayasan Lentera Anak di Jakarta Pusat, Senin (2/9).

Sitti mengatakan, KPAI tidak hanya menentang audisi pencarian bakat olahraga yang dianggap melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, tapi juga semua jenis kegiatan bersifat eksploitasi baik yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Sebelumnya, KPAI mengecam kegiatan yang dinilai sebagai branding rokok dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis.

Menurut KPAI, tulisan yang terdapat di kaus yang dipakai oleh anak dan berbagai atribut yang terdapat dalam audisi tersebut,  identik dengan rokok meski pihak Djarum Foundation mengatakan hal itu tidak berhubungan dengan merek rokok.

Opini senada juga diungkapkan oleh akademisi Universitas Indonesia, Nina Mutmainnah Armando. Menurut Nina, terjadi branding dalam penggunaan logo dalam audisi tersebut.

Menurut Nina, akan terjadi penyampaian pesan bahwa rokok produk normal, lewat pemasaran terselubung yang dilakukan lewat pemasangan nama dan logo dalam audisi olahraga tersebut.

"Bukan saja anak menjadi peraga untuk acara ini dan kemudian disiarkan melalui situs dan televisi. Yang juga berbahaya adalah pemasar atau produsen rokok sebenarnya melakukan strategi pemasaran viral atau buzz marketing," kata Ketua Program D3 Komunikasi Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI itu, yang juga hadir dalam diskusi media tersebut. (Antaranews.com)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home